Mengenal Diesel Runaway, Mimpi Buruk buat Pemilik Mobil Diesel

Kompas.com - 14/06/2020, 13:45 WIB
Mesin diesel 1.3L pikap Sokon import dari Italia. Mesin diesel 1.3L pikap Sokon import dari Italia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap kendaraan pasti memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing, tidak terkecuali untuk mobil dengan mesin diesel.

Mobil diesel memang dinilai memiliki keunggulan torsi yang besar serti irit dalam konsumsi bahan bakar. Namun, ternyata ada salah satu masalah fatal yang bisa terjadi pada mesin diesel. Masalah tersebut adalah “ diesel runaway”.

Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor, Didi Ahadi, mengatakan, diesel runaway adalah kondisi di mana mesin tak bisa atau tidak mau dimatikan meski kunci kontak sudah dicabut.

Baca juga: Perpanjangan SIM Bagi Pasien Positif Corona, Begini Caranya

Diesel runaway disebabkan oleh kerusakan pompa solar atau kerusakan ECU. Bisa juga karena adanya masalah lain yang menyebakan mesin menyedot solar dari bahan bakar secara tidak terkontrol, sehingga putaran mesin akan tinggi dengan sendirinya,” kata Didi kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2020).

Biasanya kondisi ini akan diikuti dengan kepulan asap putih yang tak kunjung hilang.

Ilustrasi polusi kendaraan, asap mobilSHUTTERSTOCK/ssuaphotos Ilustrasi polusi kendaraan, asap mobil

Didi melanjutkan, jika sudah demikian, tidak banyak yang bisa dilakukan. Sebab, jika salah penanganannya bisa berbahaya dan risikonya fatal.

“Kalau pengemudi mengalami hal ini sebaiknya segera parkir kendaraan di tempat yang aman, tarik rem tangan. Kemudian jika membawa penumpang, suruh semua penumpang keluar dari mobil, dan segera menjauh dari kendaraan. Tunggu sampai solar dalam tangki habis,” katanya.

Baca juga: New Normal, DFSK Kasih Pengecekan Gratis dan Diskon Komponen

Setelah solar habis, mesin akan mati dengan sendirinya, atau menunggu kerusakan sistem mekanikal lainnya yang membuat pasukan solar terhenti.

Menurut Didi, kejadian ini memang langka. Namun semua mobil yang menggunakan mesin diesel baik mobil biasa ataupun bus berpotensi mengalami hal tersebut.

Untuk itu, Didi menyarankan setiap pemilik mobil diesel harus memahami cara kerja mobilnya, sebab hidup dan matinya mesin diesel bergantung pada dua hal, yakni pasokan solar dan udara.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X