Modus Kejahatan Teriak Ban Kempis, Begini Cara Hadapinya

Kompas.com - 11/06/2020, 11:22 WIB
Ilustrasi ban kempis. thetruthaboutcars.comIlustrasi ban kempis.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejahatan yang terjadi di jalan raya dengan modus berpura-pura memberi tahu ban kempis sudah lama terjadi, namun masih saja banyak korban yang diperdaya.

Seperti kejadian yang baru saja menimpa pengemudi wanita di daerah Jakarta Timur belum lama ini. Video berdurasi dua menit yang diunggah oleh akun instagram @dashcamindonesia, menunjukan detik-detik pengemudi mobil menjadi korban modus pencurian ban kempis.

Sambil menunjuk ke arah bawah, komplotan pelaku pencurian memberitahu pengemudi seolah-olah ban mobil yang dikendarainya kempis.

Pelaku pencurian tersebut tidak hanya terdiri dari satu orang, tetapi ada beberapa pemotor lain yang juga memberitahukan hal yang sama.

Baca juga: Menyetir Malam Lebih Berat dari Siang Hari, Mengapa?

Hal tersebut membuat pengemudi mobil terpengaruh dengan informasi yang diberikan pemotor tersebut, hingga akhirnya menepikan mobilnya untuk mengecek kondisi ban.

Ketika pengemudi mobil lengah, saat itulah dimanfaatkan oleh pelaku pencurian untuk beraksi.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan, kejahatan modus lama ini seharusnya bisa dihindari oleh para pengemudi mobil.

“Kejahatan dengan modus seperti ini kan bukan sekali dua kali terjadi, harusnya pengemudi mobil sudah paham, ketika ada yang memberitahukan ban kempis, sebaiknya jangan langsung turun, lihat dulu dari kaca spion, atau rasakan saat mengemudi ada yang mengganjal tidak pada ban,” ujar Jusri saat dihubungi Kompas.com, Kamis (11/6/2020)

Baca juga: Mengapa Air Aki Basah Bisa Berkurang?

Sebab, menurutnya momen saat pengemudi berhenti paling ditunggu oleh para pelaku kejahatan. Mereka akan melangsungkan kejahatannya saat pengemudi dalam keadaan lengah.

Ilustrasi parkir.Thinkstock Ilustrasi parkir.

“Kalau pun memang terpaksa berhenti, cari tempat aman, seperti pom bensin atau parkiran mini market. Jangan berhenti sembarang di pinggir jalan, meskipun keadaan ramai,” kata Jusri.

Jusri melanjutkan, pelaku kejahatan biasanya tidak akan melakukan pencurian secara spontan, mereka pasti sudah memperhatikan gerak-gerik korbannya.

“Sebaiknya pengemudi mobil sudah melakukan tindakan preventif dari awal. Jika membawa barang berharga dalam mobil, pastikan barang tersebut aman dari incaran maling, jangan taruh di jok samping pengemudi,” katanya.

Terakhir, ia mengingatkan pengemudi mobil untuk selalu mengunci pintu mobil saat keluar, karena kondisi itu yang dimanfaatkan oleh maling dengan modus ban kempis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.