Larangan Mudik Selesai, Total 156.774 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Kompas.com - 09/06/2020, 07:02 WIB
Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Petugas gabungan memberlakukan penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIPetugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Petugas gabungan memberlakukan penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, resmi menutup Operasi Ketupat 2020 yang diselenggarakan selama adanya larangan mudik Lebaran di tengah pagebluk corona (Covid-19).

Selama 45 hari operasi berlangsung, total kendaraan yang berhasil dihalau atau dipaksa putar balik, mencapai 156.774 kendaraan. Jumlah ini diperoleh dari 56 titik penyekatan, baik pada arus mudik dan ketika arus balik Lebaran 2020.

"Total 156.774 kendaraan, rinciannya arus mudik 78,455 kendaraan bermotor dan saat arus balik 78,319 kendaraan bermotor," ucap Kabag Ops Korlantas Polri Brigjen Pol Benyamin, saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/6/2020).

Baca juga: Larangan Mudik Selesai, Keluar Masuk Jakarta Masih Wajib SIKM

Khusus untuk arus balik Lebaran, jumlah kendaraan terbanyak yang diputar balik terjadi pada 1 Juni 2020 lalu dengan jumlah 8.224 kendaraan. Sementara untuk total dari lebaran kedua hingga 31 Mei, jumlahnya mencapai 45.903 kendaraan.

Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

Berdasarkan data yang diberikan, wilayah hukum Polda Metro Jaya menempati urutan pertama jumlah kendaraan yang diputar balik selama arus mudik dan balik. Jumlahnya mencapai 70.088 kendaraan hingga hari ke 45.

Urutan kedua ditempati Polda Jawa Barat dengan jumlah 28.888 kendaraan, Polda Jawa Timur 22.150 kendaraan, Polda Jawa Tengah 15.405 kendaraan, dan kelima Polda Banten dengan jumlah 15.378 kendaraan.

Baca juga: Begini Penjelasan Anies Soal Ganjil Genap Motor dan Mobil

Sementara untuk Polda Daerah Istimewa Yogyakarta berjumlah 3.041 kendaraan, Posisi terakhir ditempai Polda Lampung dengan jumlah kendaraan yang diputar balik mencapai 1.824 kendaraan.

Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Penyekatan di lokasi yang berbatasan dengan wilayah Cianjur ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Penyekatan di lokasi yang berbatasan dengan wilayah Cianjur ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat.

"Kalau melihat dari data, kendaraan terbanyak yang diputar balik pada hari ke-45 adalah kendaraan pribadi, jumlahnya 654 unit. Untuk kendaraan umum 43 unit, sementara untuk sepeda motor itu 174 unit, total di hari terakhi 871 kendaraan yang kami putar balik," ujar Benyamin.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X