Begini Protap Kesehatan pada MotoGP di Tengah Pandemi

Kompas.com - 08/06/2020, 08:42 WIB
MotoGP Qatar 2020 berjalan tanpa digelarnya kelas MotoGP karena wabah virus Corona.. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP) KARIM JAAFARMotoGP Qatar 2020 berjalan tanpa digelarnya kelas MotoGP karena wabah virus Corona.. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)

JAKARTA, KOMPAS.com - Dorna Sports berencana untuk tetap mengadakan MotoGP 2020. Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 atau virus corona, balapan akan digelar dengan prosedur tetap ( protap) kesehatan.

Selain digelar tanpa penonton, jumlah orang yang berada di paddock akan dibatasi hanya 1.600 orang, tidak ada pengecualian. Setiap tim pabrikan di MotoGP masing-masing akan dibatasi hanya 45 orang.

Baca juga: Efek Balapan di Cuaca Panas bagi Pebalap MotoGP, Berat Badan Susut

Sementara tim satelit MotoGP, dibatasi hanya 25 orang. Tim Moto2 dan Moto3 diizinkan untuk membawa 12 orang, sudah termasuk dengan pebalap.

MotoGP Qatar 2020 berjalan tanpa digelarnya kelas MotoGP karena wabah virus Corona.. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)KARIM JAAFAR MotoGP Qatar 2020 berjalan tanpa digelarnya kelas MotoGP karena wabah virus Corona.. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)

"Untuk MotoE, kami hanya butuh dua orang tambahan," ujar Jurgen Lingg, pimpinan tim Intact, dikutip dari Speedweek.com. Dua orang tersebut terdiri dari pemasok motor, Energica, dan teknisi dari Enel yang bertanggung jawab untuk stasiun pengecasan.

1.600 penghuni paddock tersebut dibagi menjadi empat kategori, yakni tim dan perusahaan jasa sebanyak 860 orang, staf dan pemasok Dorna sebanyak 250 orang, media sebanyak 40 orang, serta manajemen sirkuit dan marshal sebanyak 450 orang.

Terkait aturan jarak, akses akan dibatasi di pagi hari. Tiap gruo dan tiap kategori diberikan waktu untuk masuk ke paddock. Pengecekan suhu tubuh akan dilakukan untuk setiap orang yang akan masuk paddock. Untuk menjaga personil di paddock, tiap tim tidak akan menyediakan hospitality.

Baca juga: Daftar Komponen Motor Balap MotoGP dan Usia Pakainya

"Kami sangat ingin melakukan semua yang bisa kami lakukan untuk memastikan tidak ada satu orang pun yang terinfeksi virus karena digelarnya balapan ini," kata CEO Dorna Sports Carmelo Ezpelata.

Pebalap MotoGP saat bersaing di sirkuit Buriram, Thailand. (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP)LILLIAN SUWANRUMPHA Pebalap MotoGP saat bersaing di sirkuit Buriram, Thailand. (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Untuk itu, tiap anggota tim diwajibkan mengikuti protokol social distancing dengan pebalap di tengah briefing dan tidak berbicara satu sama lain dengan bertatap muka. Masker wajah wajib digunakan, begitu pula demgan peraturan kebersihan yang ada.

Pegangan pintu akan didisinfeksi secara permanen. Setiap tim secara konstan juga akan dites untuk mengecek virus dan tidak boleh saling bergaul dengan tim lainnya.

Empat hari sebelum datang ke sirkuit, setiap orang harus dites Covid-19. Seminggu kemudian, tim medis MotoGP akan kembali melakukan tes. Selain itu, Dorna juga akan menggunakan aplikasi untuk merekam semua hasil tes untuk virus, suhu tubuh tiap harinya, atau gejala-gejala yang dialami tiap orang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Speedweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X