Ini Kerusakan yang Timbul akibat Mobil Sering Dijemur Saat PSBB

Kompas.com - 25/05/2020, 10:02 WIB
Sebuah mobil polisi diparkir di depan rumah di Sun City Mesquite tempat tinggal pelaku penembakan massal di Las Vegas, Stephen Paddock, Senin (2/10/2017). AFP/Gabe GinsbergSebuah mobil polisi diparkir di depan rumah di Sun City Mesquite tempat tinggal pelaku penembakan massal di Las Vegas, Stephen Paddock, Senin (2/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama masa pembatasan sosial berskala besar ( PSBB), pemilik mobil yang memarkir kendaraannya di luar rumah harus waspada. Sebab, ada dampak buruk dari seringnya menjemur mobil.

Operation Manager Autospa Ario Hadi mengatakan, cuaca terik berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih berbahaya pada mobil, khususnya ketika kendaraan sering dijemur dengan waktu cukup lama.

Baca juga: Ban Mobil Butuh Dipersiapkan Selama Parkir Lama saat PSBB

"Pertama, dampaknya langsung pada eksterior mobil yang menjadi kusam. Lalu berlanjut ke interior, terutama pada bagian soft touch seperti kulit sintetis. Biasanya, bagian tersebut akan pecah-pecah," kata Ario, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Salah satu mobil yang sudah dilengkapi defogger namun masih memiliki wiper di kaca belakang.Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu mobil yang sudah dilengkapi defogger namun masih memiliki wiper di kaca belakang.

Anjar Rosjadi, Technical Service Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), menyarankan, ketika pertama kali membuka mobil setelah diparkir di tempat panas, buka jendela sehingga ada pertukaran udara. Jangan hanya mengandalkan air conditioner (AC).

"Supaya udara panas terbuang dan segera digantikan dengan udara dingin yang diembuskan AC, serta meringankan kerja AC untuk mendinginkan kabin mobil. Hindari langsung menghidupkan AC dengan kekuatan kipas maksimal," ujar Anjar.

Tak hanya bagian cat dan interior yang terdampak akibat mobil yang terlalu sering dijemur. Kerusakan juga dapat terjadi pada bagian wiper.

Karet wiper akan lebih cepat mengeras atau tidak elastis lagi, sehingga membuat kaca mobil menjadi baret saat menggunakannya.

Baca juga: Plus Minus Mengangkat Wiper Mobil saat Parkir

Kepala Bengkel Suzuki Natar Sugeng Riadi mengatakan, hal ini dapat terjadi karena adanya sentuhan langsung antara kaca yang memiliki sifat penghantar panas dengan karet wiper.

"Jadi, ada getas. Efek panjangnya, karet akan mengeras," kata Sugeng.

Sebaiknya, parkirlah mobil di tempat yang teduh jika ingin ditinggal dalam waktu yang cukup lama. Disarankan pilih tempat parkir yang memiliki atap agar paparan sinar matahari tidak mengenai mobil secara langsung.

Jika tidak ada tempat yang teduh atau beratap, bisa juga menggunakan penutup atau cover khusus pada mobil. Selain itu, lapisi kaca mobil menggunakan kaca film yang mampu mengurangi efek sinar ultraviolet ke kabin.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X