Lebaran, 275 Pengguna Kendaraan Langgar PSBB Jakarta

Kompas.com - 26/05/2020, 10:12 WIB
Polisi memberhentikan mobil berpenumpang yang melanggar aturan saat pemeriksaan kepatuhan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (13/4/2020). Pemeriksaan tersebut untuk memastikan setiap pengendara mobil dan motor mematuhi aturan PSBB yang diterapkan di DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APolisi memberhentikan mobil berpenumpang yang melanggar aturan saat pemeriksaan kepatuhan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (13/4/2020). Pemeriksaan tersebut untuk memastikan setiap pengendara mobil dan motor mematuhi aturan PSBB yang diterapkan di DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 275 pengendara tertangkap melanggar regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) di Jakarta pada hari pertama Lebaran, Minggu (24/5/2020).

Dirlantas Polda Metrto Jaya Komisaris Besar (Kombes) Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, dari jumlah tersebut paling mendominasi adalah pelanggar yang tak mengenakan sarung tanggan saat berkendara.

"Total pelanggaran pada 24 Mei ada sebanyak 275 pengendara," kata Sambodo dalam keterangannya, Senin (25/5/2020).

Baca juga: Berbahayakah Tinggalkan Hand Sanitizer di Kabin Mobil?

Petugas satuan polisi pamong praja saat patroli penegakan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jl. Matraman Raya, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2020). Dalam kegiatan patroli PSBB tersebut, target penegakan untuk masyarakat yang tidak mengunakan masker dijalanan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas satuan polisi pamong praja saat patroli penegakan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jl. Matraman Raya, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2020). Dalam kegiatan patroli PSBB tersebut, target penegakan untuk masyarakat yang tidak mengunakan masker dijalanan.

Sambodo memaparkan jenis palnggarannya cukup beragam. Dua orang pengendara ojek online (ojol) ketahuan masih membawa punumpang, semetara 50 pengguna mobil yang tak mengindakan aturan pembatasan penumpang sebanyak 50 persen.

Pelanggar yang tak mengenakan masker jumlahnya mencapai 82. Sementara itu 105 pengendara motor juga melanggar lantaran tak menggunakan sarung tangan saat berkendara.

"Empat pengguna mobil juga tercatat melanggar ketetapan jaga jarak antar penumpang (duduk di depan samping pengendara), sementara 32 motor pribadi berboncengan dengan identitas yang berbeda (tak sama dengan KTP)," ucap Sambodo.

Seperti diketahui, PSBB untuk wilayah DKI Jakarta resmi diperpanjang hingga 4 Juni 2020 mendatang. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, masyarakat di Jakarta harus patuh pada ketetapan PSBB agar wabah Covid-19 bisa segera ditangani untuk segera beranjak ke normal yang baru.

Baca juga: Arus Mudik 2020, Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta

Bahkan untuk memperkatat aturan PSBB, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI juga sudah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 41 mengenai sanksi dan denda bagi pelanggar di Jakarta.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Sanksi bagi pelanggar #PSBBJakarta resmi diberlakukan, sebagaimana yang tertuang pada Pergub 41/2020.? ? Dalam Pergub tersebut diatur terkait pengenaan sanksi kepada pelanggar mulai dari teguran tertulis, kerja sosial, hingga denda berbayar. Simak infografik berikut untuk lengkapnya!? ? Kami berharap pemberlakuan aturan ini dapat mendorong kedisiplinan masyarakat untuk mengawasi dan menerapkan bersama protokol pencegahan penyebaran COVID 19 agar pandemi ini cepat berakhir. ? ? Bila kamu melihat pelanggaran #PSBBJakarta, segera lapor ke salah satu kanal aduan resmi #CRM @cepatresponjkt. Mari bersama jaga kota kita!? ? #JakartaTanggapCorona #HadapiBersama #YukPakaiMasker #Dirumahaja? ? Note: Sanksi denda bagi masyarakat yang tidak memakai masker akan diberlakukan setelah Pemprov DKI rampung membagikan masker. Sumber: @dkijakarta

A post shared by DISHUB PROVINSI DKI JAKARTA (@dishubdkijakarta) on May 13, 2020 at 3:15pm PDT

Pergub tersebut menjadi landasan hukum para petugas di lapangan untuk menindak masyarakat yang melanggar PSBB, baik dalam berkendara dan lainnya. Untuk hukumannya beragam, mulai dari denda administrasi, kerja sosial, sampai penderekan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X