Hingga Lebaran, Kendaraan yang Tinggalkan Jakarta Terus Bertambah

Kompas.com - 26/05/2020, 08:12 WIB
Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Petugas gabungan memberlakukan penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIPetugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Petugas gabungan memberlakukan penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk, mencatat 37.878 unit kendaraan masih meninggalkan DKI Jakarta pada perayaan Lebaran hari pertama atau H1, Minggu (24/5.2020).

Arus lalu lintas dari kendaraan tersebut dari beragam arah, mulai dari Timur, Barat, dan Selatan.

Namun meski masih ada pergerakan, menurut Dwimawan Heru, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, mengatakan bila jumlah kendaraan pada saat Lebaran hari pertama menurun 81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Kenali Dua Jenis Sarung Mobil agar Tak Rugi Kemudian Hari

"Volume lalu lintas H1 Lebaran turun 81 persen dibandingkan Lebaran 2019. Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jakarta dari ketiga arah adalah sebesar 25 persen dari arah Timur, 31 persen dari arah Barat, dan 45 persen dari arah Selatan," ucap Dwimawan Heru, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2020).

Petugas melakukan pemeriksaan pada H-1 Lebaran di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Larangan diberlakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Petugas melakukan pemeriksaan pada H-1 Lebaran di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Larangan diberlakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

Sebagai rinciannya, untuk lalu lintas keluar Jakarta dari arah Timur pada Gerbang Tol Cikampek Utama 1 yang akan mengarah ke Jalan Tol Trans Jawa, sebanyak 5.117 kendaraan. Jumlah tersebut turun 93 persen dari Lebaran 2019.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk yang mengarah ke Gerbang Tol Kalihurip menuju Cipularang-Padaleunyi sebanyak 4.193 kendaraan atau turun 91 persen dari tahun lalu. Menurut Heru, total kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Timur adalah sebanyak 9.310 kendaraan, turun sebesar 92 persen dari 2019.

Jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Barat melalui Gerbang Tol Cikupa via Jalan Tol Merak-Tangerang sebanyak 11.665 kendaraan. Bila dibandingkan penurunan dari tahun lalu mencapai 71 persen.

Sedangkan untuk jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Selatan atau lokal Lokal melalui GT Ciawi 1 Jalan Tol Jagorawi, tercatat sebanyak 16.903 kendaraan. Angka tersebut turun 53 persen dari Lebaran 2019.

Baca juga: Arus Mudik 2020, Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta

Suasana sepi saat Lebaran pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek km 42, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/5/2020). Pemerintah memberlakukan larangan mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Suasana sepi saat Lebaran pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek km 42, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/5/2020). Pemerintah memberlakukan larangan mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

Dengan jumlah tersebut, artinya arus lalu lintas mudik 2020 untuk kendaraan yang meningalkan Jakarta makin bertambah.

Selanjutnya, jika dari H-7 hingga H-1 (17-23/5/2020) sudah mencapai 465.582 kendaraan, maka bila diakumulai dengan tambahan hari pertama Lebaran totalnya mencapai 503.460 unit.

"Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan Covid-19, dengan tidak mudik dan tidak piknik di Lebaran Tahun 2020," ucap Heru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.