PSBB Diperpanjang, Pengusaha Angkot Banyak yang Gulung Tikar

Kompas.com - 21/05/2020, 07:22 WIB
Sejumlah metromini di Terminal Blok M, Jakarta. Dian Ardiahanni/Kompas.comSejumlah metromini di Terminal Blok M, Jakarta.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, membawa duka bagi pangusaha Angkutan Kota ( Angkot). Pasalnya, dengan operasional yang dibatasi terus menerus, makin memperparah kondisi bisnis yang sudah kritis.

Shafruhan Sinungan, Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat ( Organda) DKI Jakarta, mengatakan sejak awal pagebluk corona muncul, bisnis transportasi darat langsung merasakan dampak. Lalu, makin kacau lagi ketika PSBB diberlakukan.

"Kondisinnya saat ini yah begini, pengusaha angkot yang bangkrut dan gulung tikar sudah tambah banyak, kalau awal April masih beberapa sekarang sudah lebih lagi. Dampaknya apa, PHK di sektor angkot secara jumlah terus bertambah tiap hari," ujar Shafruhan kepada Kompas.com, Rabu (20/5/2020).

Baca juga: 10 Merek Terlaris April 2020, Mencoba Bertahan di Tengah Pandemi

"Jadi gini, angkot ini kan banyak jenisnya, ada mikrolet, taksi, bajaj, bus, dan lain sebagainya. Pegawai mereka yang sudah karyawan banyak di rumahkan atau gaji dibayar setengah, sementara pegawai yang sifatnya kontrak, sudah langsung diputus (PHK). Jumlahnya yang PHK sejauh ini sudah di atas 1.000-an," kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Pemprov DKI Jakarta bersama Gugus Tugas DKI Jakarta resmi perpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota, hingga 4 Juni 2020.??? ?? Teman-teman, ini akan bisa menjadi PSBB penghabisan. Kita lanjutkan bersama, ya dengan lebih disiplin. Jangan sampai kita harus memperpanjang lagi.? ? Semakin kita disiplin untuk tetap di rumah, mengurangi aktivitas di luar, maka semakin sedikit interaksi, lalu semakin kecil pula potensi penularannya. Dengan begitu pandemi ini bisa lebih cepat usai.?? ? Setelah itu kita memulai babak baru bisa berkegiatan di luar rumah seperti semula, dan tentu dengan protokol yang baru.? ? Tetap semangat, ya, kita lewati sama-sama!?? ?? #PSBBJakarta #JakartaTanggapCorona #hadapibersama #dirumahaja #yukpakaimasker?? ?

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (@dkijakarta) on May 19, 2020 at 1:50pm PDT

Shafruhan menjelaskan, di awal April dirinya sudah mengatakan ke pemerintah bila pengusaha angkutan umum, secara pendanaan cahsflow-nya hanya sanggup hingga dua bulan. Maka, lebih dari Juni, bila kondisinya berkepanjangan, akan makin banyak pengusaha yang bangkrut.

Kondisi tersebut, menurut Shafruhan, berlaku bagi pengusahan angkutan yang sifatnya sudah matang. Tapi bagi yang baru merintis atau menegah dengan hanya memiliki unit kurang dari 10, sudah pasti dari April kemarin gulung tikar alias bangkrut.

PT Blue Bird Tbk (BIRD) memperkenalkan armada taksi mobil listrik yang diberi nama e-Taxi. Ini merupakan salah satu inovasi yang digagas Blue Bird untuk membirukan langit Indonesia.Dok. Shutterstock PT Blue Bird Tbk (BIRD) memperkenalkan armada taksi mobil listrik yang diberi nama e-Taxi. Ini merupakan salah satu inovasi yang digagas Blue Bird untuk membirukan langit Indonesia.

"Sudah dijabarkan kondisinya seperti apa saat April lalu, tapi ini terus begini tanpa ada kepastian kapan selesainya. Nah, dari sisi lain, pemerintah secara stimulus juga kurang, saya tidak bilang tidak ada, memang ada tapi tidak merata, itu kenyataanya," ucap Shafruhan.

Baca juga: PSBB Diperpanjang, Sanksi Pengendara yang Melanggar Makin Berat?

Dari segi cashflow yang dimiliki perusahaan angkutan, menurut Shafruhan itu bukan lagi untuk memikirkan masalah operasional, tapi lebih ke gaji dan cicilan ke leasing.

Karena meskipun masih bisa berjalan dengan keterbatasan, tapi dari segi demand memang sudah sangat senyap. Bila dipaksakan tetap beroperasi, yang ada perusahaan justru makin parah lantaran terbebani dengan pengeluaran BBM tanpa ada pemasukan.

Antrian angkutan mikrolet memenuhi Terminal Kampung Melayu sampai menutupi jalur Transjakarta. Kondisi padatnya angkutan umum ini diakibatkan sepinya penumpang di bulan puasa. Kamis (3/7/2014).Kompas.com/Robertus Belarminus Antrian angkutan mikrolet memenuhi Terminal Kampung Melayu sampai menutupi jalur Transjakarta. Kondisi padatnya angkutan umum ini diakibatkan sepinya penumpang di bulan puasa. Kamis (3/7/2014).

"Saat ini untuk angkutan yang masi beroperasi secara jumlah sudah makin menurun. April kemaring saya bilan sisa 10 persen, 90 persen lainnya masuk kandang, kalau sekarang berkisar 5-7 persen saja," kata Shafruhan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X