Polda Metro Jaya Klaim Jumlah Pemudik Semakin Menurun

Kompas.com - 18/05/2020, 15:41 WIB
Petugas kepolisian memeriksa sejumlah kendaraan yang melintas di jalan Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat, Jawa Barat, Kamis (7/5/2020). Pemerintah menyatakan masyarakat Indonesia tetap dilarang mudik, tapi ada pengecualian bagi ASN, prajurit TNI dan Polri, pegawai BUMN, lembaga usaha, dan LSM yang berhubungan dengan percepatan penanganan COVID-19 serta masyarakat yang keluarganya meninggal atau keluarga sakit, repatriasi, pekerja migran Indonesia, TKI, dan pelajar atau mahasiswa yang akan kembali ke tanah air. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPetugas kepolisian memeriksa sejumlah kendaraan yang melintas di jalan Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat, Jawa Barat, Kamis (7/5/2020). Pemerintah menyatakan masyarakat Indonesia tetap dilarang mudik, tapi ada pengecualian bagi ASN, prajurit TNI dan Polri, pegawai BUMN, lembaga usaha, dan LSM yang berhubungan dengan percepatan penanganan COVID-19 serta masyarakat yang keluarganya meninggal atau keluarga sakit, repatriasi, pekerja migran Indonesia, TKI, dan pelajar atau mahasiswa yang akan kembali ke tanah air. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat jumlah kendaraan yang dimintai putar balik akibat mencoba melakukan kegiatan mudik per harinya mengalami penurunan.

Pada hari pertama kegiatan Operasi Ketupat 2020, kendaraan yang diputar balik mencapai 1.293 unit. Sementara di hari ke-24, jumlahnya berkurang drastis, yaitu 384 unit kendaraan.

"Dari data penyekatan giat operasi, kendaraan yang diputarbalikkan selama selama 24 hari (24 April - 17 Mei) totalnya ialah 19.940 unit. Ini terus menurun per harinya," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di keterangan tertulis, Senin (18/5/2020).

Baca juga: Resmi, Anies Juga Larang Mudik Lokal

Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

Secara keseluruhan, kendaraan yang paling banyak dimintai putar balik untuk kembali ke DKI Jakarta ialah dari Gerbang Tol Cikarang Barat. Kemudian, berlanjut di Gerbang Tol Cikupa dan Bitung, serta jalan arteri.

Rinciannya, di GT Cikarang Barat total kendaraan yang diputar balik 6.676 unit, sementara GT Cikupa dan Bitung 4.214 kendaraan. Jenis kendaraan paling banyak ialah mobil pribadi.

Adapun detail kendaraan yang diputarbalikkan selama Operasi Ketupat 2020, pada hari pertama mencapai 1.873 kendaraan. Kemudian berlanjut jadi 1.293 kendaraan, 875 kendaraan, 907 kendaraan, 886 kendaraan, 1.097 kendaraan, dan 842 kendaraan di 30 April.

Petugas memeriksa kendaraan roda empat di Jalan tol Jakarta - Cikampek Km 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Penyekatan akses transportasi di tol Jakarta - Cikampek tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc.ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar Petugas memeriksa kendaraan roda empat di Jalan tol Jakarta - Cikampek Km 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Penyekatan akses transportasi di tol Jakarta - Cikampek tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc.

Memasuki minggu kedua penerapan operasi, jumlah kendaraan masih cukup tinggi namun menunjukkan tren penurunan. Jumlah selama sepekan (1-7 Mei) ialah 6.518 kendaraan.

Penurunansignifikan terjadi pada hari ke-21 penerapan operasi, yakni dari 566 kendaraan pada 13 Mei menjadi 479 kendaran. Kemudian setelahnya atau per-15 Mei angka tersebut turun jadi 449 kendaraan, 403 kendaraan, dan terakhir 384 kendaraan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X