Investasi Rp 5,1 Triliun Honda di Indonesia Tidak Terhambat Corona

Kompas.com - 18/05/2020, 15:21 WIB
Proses produski pabrik Honda di Sayama Proses produski pabrik Honda di Sayama
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi virus corona atau Covid-19 telah mempengaruhi berbagai sektor industri, tak terkecuali otomotif. Meski begitu, sejumlah rencana bisnis akan tetap berjalan. Seperti salah satunya soal investasi prinsipal Honda di Indonesia.

Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus mengikuti kondisi terakhir.

Billy menambahkan, sampai sekarang belum ada pembahasan yang menghambat atau membatalkan rencana investasi tersebut.

Baca juga: Daftar Mobil Bekas Rp 20 Jutaan, Dapat Starlet sampai Accord

Produksi Honda City di Thailand.www.fastmotoring.com Produksi Honda City di Thailand.

“Sejauh ini belum ada pembahasan untuk menunda investasi tersebut. Jadi masih on track,” ucap Billy, dalam konferensi video (15/5/2020).

Seperti diketahui, rencana tersebut sempat dikabarkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, ketika berkunjung ke Jepang sekitar November 2019.

Rencananya prinsipal Honda bakal menyuntikkan dana hingga Rp 5,1 triliun, dan akan dimulai pada tahun ini sampai tahun 2025.

Baca juga: Resmi, Anies Juga Larang Mudik Lokal

Ilustrasi Pabrik Honda Ilustrasi Pabrik Honda

Billy menyebutkan, investasi yang dilakukan prinsipa Honda bakal dipakai dalam pengembangan produk baru hingga peningkatan konten lokal dalam produksi.

“Nanti akan dikabari kalau ada info lebih lanjut,” kata Billy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X