Lakukan Cara Ini Untuk Hindari Kejahatan Begal di Jalan Raya

Kompas.com - 07/05/2020, 17:42 WIB
Ilustrasi begal ThinkstockIlustrasi begal

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini kasus begal atau perampasan yang disertai dengan tindak kejahatan di jalan makin marak terjadi. Pelaku kejahatan pun biasanya selalu membekali dirinya dengan senjata tajam.

Tidak hanya itu saja, agar aksi kejahatannya berjalan mulus dan membuat korban ketakutan, biasanya pelaku pembegalan lebih dari satu orang.

Seperti kasus yang belum lama terjadi kepada seorang pengendara motor di Bandung, dalam cuplikan video yang diunduh oleh akun @sekitaranbandungcom, terlihat pelaku terus memepet motor korban hingga kehilangan kendali dan terjatuh. Pelaku kemudian langsung bergegas menghampir dan mengambil motor korban.

Baca juga: Rawan Jadi Korban Penipuan, Wanita Harus Pahami Ini saat Beli Mobil

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Astaghfirulloh ???? . . Detik-detik saat seorang pria menjadi korban begal di Jl. Garuda Kec. Andir Kota Bandung terekam kamera CCTV dan dilaporkan oleh kang @antodermawan157 melalui DM instagram ke @sekitarjabar.id . . "Hati-hati yang pulang kerja atau beraktivitas malam-malam, kronologisnya kemarin sebelum subuh jam 2.30an dari stopan Jl. Rajawali dia dikejar-kejar lalu di tendang begal,, si korbannya jatuhnya di gapura Gg. Hasan Ali Jl. Garuda,, alhamdulillah gak ada luka serius cuma motornya raib kasihan kang." terang kang @antodermawan157 . . Belum diketahui identitas dan kondisi korban pasca kejadian ini. Bagi warganet yang memiliki informasi tambahan bisa melengkapinya di kolom komentar . . . . . . . Repost: @sekitarjabar.id . . . . . . . Untuk removal tiap postingan mohon untuk hubungi redaksi via DM atau WA, jangan di report ???????? . ________________________________________________ Keep tagging your citizen journalism photo/video with @sekitarbandungcom to get featured! Follow twitter/facebook @sekitarbandungcom Subscribe YouTube Channel sekitarBANDUNGcom ________________________________________________ Kerjasama media partner atau promosi produk hub. Whatsapp/Line/Telegram 0856 220 6633 . . . informasi lain klik https://www.sekitarbandung.com/ #begal #jambret #gengster #preman #kriminal #polisi #andir #cicendo #cijerah #jamika #infocimahi #infobandung #sekitarbandung

A post shared by ???????????????????????????? BERKAH ???????????????????????????????? (@sekitarbandungcom) on May 2, 2020 at 6:16am PDT

Lantas, agar korban tidak lagi berjatuhan, bagaimana seharusnya kita menyikapi kejahatan ini? Khususnya bila sewaktu-waktu kita dihadapkan dengan begal?

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan, sebaiknya masyarakat cegah keluar rumah hingga larut malam. Terlebih lagi dalam keadaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di mana beberapa ruas jalan manjadi sepi.

“Dalam kondisi seperti ini, idealnya keluar rumah maksimal pukul 7 malam ketika suasana masih hidup. Atau sebelum buka puasa segera balik ke rumah, karena kondisinya rawan,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com.

Sony melanjutkan, “Namun, jika benar-benar terpaksa, usahakan tidak berpergian sendiri. Selalu riding motor cari teman, bukan bonceng tapi ya paling tidak dua sampai tiga motor. Jika tidak ada teman lebih baik tidak usaha jalan.”

Ilustrasi jalan raya pada malam hari yang rawan begal.Pixabay Ilustrasi jalan raya pada malam hari yang rawan begal.

Jangan lupa untuk merencanakan rute yang akan dilewati. Hindari ruas jalan yang sepi, dan pastikan kendaraan dalam kondisi yang optimal sehingga tidak membuat berhenti mendadak ditengah perjalanan.

“Informasikan juga rute kepada orang terdekat, manfaatkan fitur live location agar orang lain bisa memantau pergerakan selama di jalan. Intinya tentukan jadwal berangkat dan jangan ambil risiko,” kata Sony.

Baca juga: Jangan Jadi Biang Kerok, Pahami Etika Membunyikan Klakson di Jalan

Namun bagaimana jika kita sudah dalam kondisi dipepet kawanan begal? Sony menyarankan pengendara segera bunyikan klakson sebagai pertanda darurat agar menarik perhatian warga sekitar. Bila ada kesempatan segera menghindar dan jauhi kawanan tersebut.

“Jangan mencoba untuk melawan kawanan begal, karena mereka sudah siap untuk melukai orang, jadi tidak akan seimbang. Jangan lupa untuk catat pelat nomor dan ciri-ciri kawanan begal untuk informasi tambahan saat melapor ke polisi” kata Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.