Melintas di Jalan Aspal Saat Panas Terik Ada Risikonya

Kompas.com - 28/04/2020, 20:01 WIB
Kondisi Tol Pekanbaru-Dumai, Kamis (20/2/2020). Tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang dirancang sepanjang 131 kilometer. Hilda B Alexander/Kompas.comKondisi Tol Pekanbaru-Dumai, Kamis (20/2/2020). Tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang dirancang sepanjang 131 kilometer.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggapan melintas di jalan aspal lebih baik dibandingkan dengan yang terbuat dari beton, benar adanya. Mulai dari kenyamanan, kebisingan, visibilitas dan juga traksi ban.

Meski demikian, hal tersebut tidak sepenuhnya berlaku dalam kondisi cuaca tertentu. Seperti saat kondisi aspal begitu panas sehingga memuncul fatamorgana atau uap.

Dalam kondisi tersebut, jalan aspal yang sangat halus dinilai belum tentu sebaik jalan yang terbuat dari beton.

On Vehicle Test PT. Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal, mengatakan, pada saat tertentu aspal tidak selalu lebih baik dari jalan beton.

Baca juga: Pabrik Ducati di Italia Kembali Beroperasi

“Belum tentu (lebih baik) juga, kalau aspalnya halus sekali kan ada permukaan aspal sampai halus. Kalau lagi cuaca terik sekali kelihatan seperti tergenang air atau bisa dibilang fatamorgana,” ujar Zulpata kepada Kompas.com.

Arti bulatan warna pada dinding ban mobilStanly-Kompas.com Arti bulatan warna pada dinding ban mobil

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Zulpata melanjutkan, aspal yang kondisinya terlalu panas juga bisa mengurangi traksi pada ban.

Selama ini jalan yang terbuat dari beton umumnya pada permukaan beton ada teksturnya. Tekstur tersebut dengan beberapa bentuk ada yang bentuknya melintas maupun lurus.

“Tekstur yang seperti melintang atau lurus, mempunyai fungsi selain untuk buangan air juga untuk keperluan traksi ban,” kata Zulpata.

Baca juga: MotoGP 2020 Belum Juga Dimulai, Tim Mulai Tak Sabar

Zulpat menyarankan, agar saat berkendara di jalan beraspal dan kondisi cuaca sangat terik sebaiknya beristirahat yang cukup. Selain istirahat untuk sopirnya juga buat ban dan juga mesin mobil.

“Kalau terlalu panas dan menempuh perjalanan yang jauh di bawah terik matahari sebaiknya diusahakan istirahat yang cukup. Istirahat buat ban dan kendaraan juga buat pengemudinya,” katanya.

Dengan istirahat yang cukup, maka kondisi ban juga akan kembali lebih dingin. Sehingga, traksi saat melintas di jalan beraspal juga akan lebih baik dibandingkan saat ban sudah terlalu panas.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.