Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas di Jakarta Selama PSBB Turun Drastis

Kompas.com - 28/04/2020, 17:22 WIB
Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYKendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Intensitas kendaraan bermotor yang menurun selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta berbanding lurus terhadap tingkat kecelakaan lalu lintasnya.

Jakarta Selatan misal, pihak kepolisian mengatakan bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut turun drastis hingga 40 persen selama pembatasan aktivitas ini.

"Secara kuantitas angka kecelakaan sementara ini menurun, berkisar 30 sampai dengan 40 persen," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Sri Widodo, Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Baca juga: Viral Video Moge Kebut-Kebutan di Masa PSBB, Bukti Lemahnya Kesadaran Bahaya Corona

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan masa sosialisasi penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua hari yaitu 8 - 9 April 2020 sebelum menerapkan kebijakan tersebut secara penuh pada Jumat, 10 April 2020. 
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj. Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan masa sosialisasi penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua hari yaitu 8 - 9 April 2020 sebelum menerapkan kebijakan tersebut secara penuh pada Jumat, 10 April 2020.

Namun, beberapa kecelakaan lalu lintas masih saja terjadi saat jalan raya sepi. Pengendara yang terlibat kecelakaan biasanya mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi.

"Secara kuantitas menurun, tapi secara kualitas kadang-kadang lebih parah karena jalanan longgar dan mungkin orang out of control karena mengantuk jadi menabrak," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Widodo juga mengatakan jalanan yang relatif sepi atau longgar membuat pengendara leluasa memacu laju kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Bahkan tak jarang ada pengendara yang kebut-kebutan. Inilah yang membuat kualitas kecelakaan justru meningkat.

Baca juga: Macet di Bundaran Waru Warnai PSBB Surabaya Hari Pertama

Petugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara mobil untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara mobil untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.

"Biasanya yang bandel-bandel itu ngebut," kata dia.

"Kita sudah ada petugas (di 34 pos pantauan atau check point), tingkat kesadaran masyarakat kita yang arogan, jadi harus diimbau terus. Termasuk media yang bantu mengimbau kepada masyarakat," ujar Widodo.

Ia juga mengingatkan supaya masyarakat tetap di rumah, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, serta beribadah dari rumah selama PSBB jika memang tidak ada kebutuhan mendesak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X