Etika Menyalip buat Pemotor, Jangan Hanya Andalkan Insting

Kompas.com - 28/04/2020, 19:41 WIB
pemotor yang menyalip kendaraan KOMPAS.com/Aprida Mega Nandapemotor yang menyalip kendaraan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakan lalu lintas yang terjadi banyak disebabkan dari pelanggaran maupun perilaku buruk pengendara. Salah satunya adalah cara menyalip kendaraan yang ada di depannya.

Seperti video yang sedang viral di media sosial saat ini. Belum diketahui dimana kejadian tersebut, namun dalam rekaman berdurasi satu menit yang diunggah oleh akun @mofikasidotcom itu, terlihat jelas motor yang menyalip kendaraan tanpa perhitungan.

Akibatnya, mobil dari lawan arah hilang kendali dan menyenggol truk di sebelahnya.

Baca juga: Waspada, Menggoyangkan Mobil Saat Isi Bensin Ternyata Berbahaya

Terkait hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, angkat bicara. Saat ingin menyalip kendaraan, sebaiknya pengemudi mobil atau pengendara motor harus memahami aturannya terlebih dahulu.

“Semua pengguna jalan harus mematuhi rambu-rambu yang memberitahukan batas marka, kecepatan dan adanya tikungan di depan dan lain-lain, karena hal ini yg memandu pengendara agar lebih selamat,” ujar Sony kepada Kompas.com, Selasa (28/04/2020)

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

#kecelakaan #kecelakaanmobil #modcom #modifikasicom #modifikasidotcom #ModifyYourLife info: member video: dm for credit

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

A post shared by Modifikasicom (@modifikasidotcom) on Apr 27, 2020 at 8:54pm PDT

Dalam video tersebut, ada dua aturan yang dilanggar. Pertama pengemudi motor yang menyalip dari sisi kanan, padahal marka jalan tidak putus dan berwarna kuning.

Kemudian, pengemudi motor lainnya yang menyalip mobil dari sisi kiri, sehingga pengemudi mobil tidak bisa menghindar ke kiri.

Baca juga: Mana Harus Dituruti Ketika di Persimpangan, Polisi atau Lampu Merah?

“Pengendara motor harus menjaga kecepatan kendaraan dan selalu cover brake, jangan semua dikira-kira. Biasanya biker hanya menggunakan insting, Merasa kendaraannya ramping, tapi bukan berarti semua kondisi muat dan pas dengan lebar motor. Tidak boleh memaksakan diri, pikirkan risiko terburuk badan jadi tumpuan kala kecelakaan terjadi,” katanya.

Tidak hanya pengemudi motor saja, setiap pengguna jalan yang sudah berada di jalan raya harus bersiap untuk kemungkinan terburuk. Karena kecelakaan bisa mengintai siapa saja dan kapan saja.

Selain itu, ketika ingin menyalip kendaraan sebaiknya pastikan pandangan luas dan minim blindspot. Ketika keadaan benar-benar aman baru mendahului.

“Hindari menyalip di tikungan, dari sebelah kiri dan di persimpangan. Pengguna jalan sebaiknya menghilangkan ego untuk segera cepat sampai tempat tujuan, ingat keselamatan saat berkendara adalah prioritas,” ujar Sony.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.