MotoGP 2020 Belum Juga Dimulai, Tim Mulai Tak Sabar

Kompas.com - 28/04/2020, 16:11 WIB
MotoGP Qatar 2020 berjalan tanpa digelarnya kelas MotoGP karena wabah virus Corona.. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP) KARIM JAAFARMotoGP Qatar 2020 berjalan tanpa digelarnya kelas MotoGP karena wabah virus Corona.. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dorna Sport berusaha keras agar MotoGP musim 2020 bisa terlaksana. Salah satu skenario yang kini sedang digodok ialah menggelar balapan pada akhir Juli - November.

"Skenario paling optimistis adalah mencoba memulai pada akhir Juli. Tapi, itu tergantung situasinya, karena kita perlu memperhatikan dua hal," kata CEO Dornas Carmelo Ezpelata, dikutip dari Motorsport.com.

Baca juga: GSX-R1000RR Pakai Jubah Suzuki Ecstar MotoGP

Meski demikian, beberapa pihak tampak mulai tidak sabar. Salah satunya pimpinan tim Petronas Yamaha, Razlan Razali, yang mengatakan Dorna juga harus buat batas waktu apakah musim ini bisa digelar atau tidak.

Razlan RazaliFoto: Bikesrepublic.com Razlan Razali

Razlan tetap berharap balapan bisa digelar Juli, tapi selain itu dia mengatakan penting bahwa penting merencanakan skenario terburuk dan menetapkan tanggal batas waktu soal pembatalan seluruh seri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini adalah situasi yang sangat sulit bagi Dorna dan FIM, tetapi kami harus memiliki semacam indikasi kapan mereka akan membatalkan kejuaraan, sehingga kami dapat mempersiapkannya," kata Razlan kepada Crash.net, Selasa (28/4/2020).

Razlan mengatakan, pihaknya juga perlu mempersiapkan anggota tim dan kru menerima skenario terburuk. Jika sudah ada batas waktu dan kemudian lewat dari tenggat maka kejuaraan 2020 dianggap batal.

Daftar pebalap MotoGP 2020Twitter @MotoGP Daftar pebalap MotoGP 2020

Baca juga: Evolusi Kamera On Board pada Motor Balap MotoGP

"Kita harus membicarakan dan merencanakannya. Jangan tiba-tiba ada keputusan bahwa kita tidak bisa berlomba. Lalu apa yang terjadi? Semua orang berebut untuk mengetahui apa yang sedang terjadi," katanya.

"Jadi lebih baik sekarang kita merencanakan apa yang terburuk. Karena sekarang semua orang hanya mengamati situasi saat ini, tidak benar-benar merencanakan apa yang terjadi jika tidak ada balap," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.