Mitos atau Fakta, Kunci Setang Skutik ke Kanan Persulit Aksi Maling?

Kompas.com - 19/04/2020, 13:42 WIB
Motor parkir di pinggir jalan samping gedung perkantoran  di Jalan Tali Raya, Jakarta, Senin (8/4/2013). Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berencana menggandeng Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), untuk melihat kemungkinan penerapan  sistem donasi parkir yang diterapkan di Hungaria untuk mengatasi parkir liar. Donasi parkir menetapkan orang membayar parkir berdasarkan kebutuhan, bekerja sama dengan juru parkir dan 
menggunakan teknologi sistem Information Technology (IT).
KOMPAS/LASTI KURNIAMotor parkir di pinggir jalan samping gedung perkantoran di Jalan Tali Raya, Jakarta, Senin (8/4/2013). Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berencana menggandeng Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), untuk melihat kemungkinan penerapan sistem donasi parkir yang diterapkan di Hungaria untuk mengatasi parkir liar. Donasi parkir menetapkan orang membayar parkir berdasarkan kebutuhan, bekerja sama dengan juru parkir dan menggunakan teknologi sistem Information Technology (IT).
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pencurian kendaraan bermotor sudah tidak memandang tempat dan waktu. Kapan pun pemilik motor lengah, pencurian bisa saja terjadi.

Para penjahat spesialis curanmor tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membawa kabur motor hasil curiannya.

Dengan peralatan yang sudah disiapkan, dalam hitungan detik saja motor bisa digondol dan hilang begitu saja.

Kebiasaan pemilik motor yang parkir kendaraannya dengan setang menghadap ke arah kiri ternyata juga berpengaruh.

Baca juga: Kenali Gejala V-belt Skutik Mulai Aus

Dengan posisi setang menghadap ke kiri ternyata bisa mempermudah para penjahat untuk menjebol kuncinya.

Berbeda halnya jika motor diparkir dengan setang menghadap ke kanan. Dengan posisi rumah kunci berada di bawah setang akan menyulitkan gerak pencuri saat akan menjebolnya.

Hal ini disebabkan kunci leter T yang biasa digunakan untuk beraksi akan sulit untuk masuk ke lubang kunci karena ruang yang terbatas.

Dengan begitu, maka para pencuri akan membutuhkan waktu lebih lama atau bahkan gagal beraksi lantaran kunci leter T tidak berhasil menjebol kunci.

Setang sepeda motor yang ditengokkan ke kanan (khusus untuk motor Honda) dan dikunci, cukup merepotkan maling karena tak leluasa menjangkau lubang kunci.Otomania-Donny Apriliananda Setang sepeda motor yang ditengokkan ke kanan (khusus untuk motor Honda) dan dikunci, cukup merepotkan maling karena tak leluasa menjangkau lubang kunci.

Kepala Bengkel AHASS Daya Motor Cibinong dan Sawangan, Asep Suherman mengatakan, motor yang kunci setangnya menghadap ke kanan bisa mengurangi risiko motor digondol pencuri.

Baca juga: Cegah Vapor Lock, Begini Cara Engine Brake pada Mobil Transmisi Matik

"Sebab, posisi maling saat membobol diperlukan tenaga dan ruang yang cukup. Jika setang menghadap ke kanan posisi tersebut akan sangat mengganggu ruang geraknya," kata Asep, kepada Kompas.com belum lama ini.

Asep juga mengatakan, dengan posisi setang motor menghadap ke arah kanan pencuri yang biasanya menggunakan kunci T akan kesulitan karena ruang geraknya menjadi tidak leluasa.

Kondisi ini berbeda saat stang motor menghadap ke kiri, maka pencuri bisa leluasa untuk menjebol kunci kontak dan membawa kabur motor korbannya.

Area parkir Blok F Pasar Tanah Abang,  Jakarta Pusat,  Senin (30/10/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Area parkir Blok F Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).

"Maling akan kesulitan karena biasanya dimensi kunci T lebih panjang dari kunci biasa. Biasanya, customer AHASS kami anjurkan mengunci setang ke arah kanan," ucapnya.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Mobil Transmisi Matik Rawan Rem Blong?

Meski terkesan sederhana dan sepele, kata Asep, cara ini sangat berpengaruh untuk mencegah terjadinya pencurian motor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X