Cegah Vapor Lock, Begini Cara Engine Brake pada Mobil Transmisi Matik

Kompas.com - 19/04/2020, 07:42 WIB
Beda dan fungsinya tuas transmisi mobil matik Beda dan fungsinya tuas transmisi mobil matik
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat mengendarai mobil dengan transmisi otomatis kadang membuat pengendara melupakan perpindahan posisi gear, terutama saat melintas di jalanan menurun yang curam.

Tidak sedikit pengemudi lebih memilih menginjak pedal rem dibandingkan dengan memindahkan gear pada posisi kecepatan rendah seperti 2 atau L.

Penggunaan rem secara berlebihan saat berkendara menggunakan kendaraan roda empat ternyata tidak disarankan karena bisa menimbulkan bahaya.

Baca juga: Knalpot Motor Ngelitik Usai Dipakai, Ini Alasannya

Hal ini disebabkan karena rem yang dipaksa bekerja terlalu keras bisa membuat minyak rem menjadi mendidih dan menimbulkan uap air atau yang disebut dengan vapor lock.

Ilustrasi Rem blong Ilustrasi Rem blong

Kondisi ini membuat rem tidak bisa berfungsi secara sempurna, karena ada uap air di saluran pengurang kecepatan kendaraan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga, saat pedal rem diinjak mobil justru tidak mau berhenti atau berkurang kecepatannya tetapi terus saja melaju.

Dealer Technical Support, Dept. Head PT. Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi mengatakan, untuk mobil matik juga bisa menggunakan engine brake untuk mengurangi laju kendaraan.

“Kalau untuk mobil matik bisa digeser ke gigi yang lebih rendah, itu juga engine brake sehingga mesin bisa menahan laju kendaraan,” katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: PSBB di Bogor, Banyak Pelanggar Tak Tahu Aturan Posisi Duduk Penumpang

Pada kesempatan lain, Owner Worner Matic, Hermas Prabowo mengatakan, pada mobil matik fasilitas engine brake ada pada low gear, bisa pada L dan pada beberapa tipe matik ada yang di posisi tuas 2.

Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.STANLY RAVEL-KOMPAS.com Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.

“Cara menggunakan engine brake cukup memindahkan tuas dari D ke 2 atau L, sebaiknya hal ini dilakukan dalam kecepatan rendah,” katanya.

Misalnya, lanjut Hermas, tuas digeser saat laju mobil tidak lebih dari 30 Km per jam (Kpj), agar tidak menimbulkan overspeed.

Baca juga: Deretan Motor Lawas yang Harganya Semakin Mahal

“Penggunaan engine brake sebaiknya dilakukan pada jalan turunan yang curam. Hal ini bertujuan untuk membantu kinerja rem, agar beban rem tidak terlalu berat,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.