Lalu Lintas Justru Ramai Saat PSBB Jakarta, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 18/04/2020, 07:22 WIB
Polisi memberhentikan mobil berpenumpang yang melanggar aturan saat pemeriksaan kepatuhan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (13/4/2020). Pemeriksaan tersebut untuk memastikan setiap pengendara mobil dan motor mematuhi aturan PSBB yang diterapkan di DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APolisi memberhentikan mobil berpenumpang yang melanggar aturan saat pemeriksaan kepatuhan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (13/4/2020). Pemeriksaan tersebut untuk memastikan setiap pengendara mobil dan motor mematuhi aturan PSBB yang diterapkan di DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah diterapkan di Jakarta untuk memutus mata rantai virus corona (Covid-19), namum beberapa hari terakhir, kondisi lalu lintas justru ramai.

Terutama pada hari-hari kerja atau sejak Senin hingga Jumat (13-17/4/2020). Terlihat aktivitas mobil dan sepeda motor masih lalu-lalang. Meskipun kondisi lalu lintas di tol cukup lenggang, namun di jalan biasa justru terjadi kepadatan.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, memang ada peningkatan secara volume kendaraan pada hari biasa dibanding ketika pertama PSBB diberlakukan.

Baca juga: Sepekan PSBB di Jakarta, Ojol Teriak Makin Susah Dapat Orderan

Namun secara keseluruhan, situasi tersebut masih normal lantaran hitungan hari kerja dan adanya pemberlakuan pembatasan penumpang pada transportasi umum.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.

"Betul memang terlihat ada peningkatan, tapi yang harus diingat saat pemberlakukan pertama PSBB itu pada momen hari libur dan menjelang akhir pekan, jadi memang kendaraan pribadi cenderung turun," ujar Syafrin kepada Kompas.com, Jumat (17/4/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat Senin atau hari kerja terjadi peningkatan karena masih ada beberapa kantor yang dikecualikan selama PSBB, tapi di sisi lain mereka pun memilih menggunakan kendaraan pribadi yang memang lebih disarankan dalam kondisi ini," kata dia.

Lebih lanjut Syafrin menjelaskan, menurut data telah terjadi penurunan signifikan pada sektor transportasi umum. Kondisi tersebut bukan sekadar jumlahnya yang dibatasai, namun karena masyarakat, terutama yang harus tetap bekerja, mulai beralih menggunakan kendaraan pribadi.

Baca juga: PSBB Diperluas, Daihatsu Tutup 68 Diler dan Perpanjang Stop Pabrik

Syafrin mengatakan jumlah penumpang MRT, sejak masa darurat dan PSBB kurang lebih hanya tinggal 5.000 orang per hari dari biasanya 100.000, Sedangkan, LRT hanya tinggal 250 penumpang, sementara untuk Transjakarta sendiri penyusutannya mencapai 93 persen.

Penumpang turun dari bus Transjakarta di Halte Budaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Penumpang turun dari bus Transjakarta di Halte Budaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.

"Artinya, dari sisi layanan dalam hal ini sektor transportasi umum pembatasan penumpang selama PSBB kami nilai efektif. Tidak ada lagi berdesakan di dalam transportasi sehingga mengurangi paparan penyebaran Covid-19," kata Syafrin.

"Meskipun penggunaan pribadi tidak dilarang, tapi juga diikuti dengan aturan dan syarat. Bukan berarti bisa digunakan seperti kondisi normal," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.