Sepekan PSBB di Jakarta, Ojol Teriak Makin Susah Dapat Orderan

Kompas.com - 17/04/2020, 18:36 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) yang diberlakukan di Jakarta sudah genap berjalan sepekan sejak Jumat (10/04/2020).

Sebelumnya, kebijakan ini mendapat protes dari para driver ojek online lantaran mereka tidak boleh mengangkut penumpang sesuai dengan peraturan Gurbernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 Pasal 18 ayat 6 Pergub No. 33 Tahun 2020 berbunyi:

"Angkutan roda dua berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang.”

Namun, hal tersebut harus dilakukan pemerintah sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19.

Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia, Igun Wicksono, mengatakan, sepekan sejak PSBB diberlakukan, driver ojek online makin kesulitan mendapatkan orderan.

Baca juga: Mulai Mei, Naik Kapal Feri Wajib Beli Tiket Online

“Saat ini saja banyak komplek yang melarang dan tidak memperbolehkan orang luar masuk, sedangkan si penerima barang juga tidak mau keluar. Jadi saat ini teman-teman driver semakin sulit mendapat orderan. Bahkan penghasilan kami hanya 0 sampai 10 persen saja” ujar Igun saat dihubungi Kompas.com (17/10/2020).

Sebelumnya sempat keluar Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, yang memperbolehkan ojol angkut penumpang dengan syarat tertentu.

Namun sayangnya aturan tersebut tidak disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta dan Kemenkes.

“Kami tetap meminta bantuan solusi kepada Presiden RI agar ojol diperbolehkan membawa penumpang, atau karyakan ojol menjadi mitra pengantar bantuan sosial dari pemerintah, agar ojol tidak kehilangan penghasilan dan dapat berperan serta sebagai transportasi sosial untuk pengiriman bantuan sosial,” ujar Igun.

Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.

Kelvin, salah satu driver Gojek mengaku memutuskan untuk berhenti menarik untuk sementara waktu lantaran sepinya orderan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X