Aplikator Beri Bantuan Voucher Belanja untuk Driver Ojol

Kompas.com - 15/04/2020, 17:21 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam pembatasan sosial berskala besar ( PSBB), ojek online (ojol) dilarang membawa penumpang.

Hal tersebut sudah tertuang dalam peraturan Gurbernur (Pergub) Nomer 33 Tahun 2020 Pasal 18 ayat 6 Pergub No. 33 Tahun 2020 berbunyi: "Angkutan roda dua berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang."

Kondisi tersebut membuat ojek online hanya mengandalkan penghasilan dari dari pesanan makanan dan barang.

Bahkan, pihak aplikator juga menonaktifkan fitur pengangkutan penumpang, khususnya yang berada di Jakarta. Kebijakan ini mengakibatkan munculnya kendala baru di lapangan.

Baca juga: Pemerintah dan BUMN Harus Adil, Transportasi Umum Bukan Hanya Ojol

“Hampir rata-rata semua ojol dimanapun sudah tidak bisa mencapai target bonus harian yang disajikan oleh aplikator. Biasanya sebelum pandemi ini, kita rata-rata mendapat orderan 20 hingga 30 per harinya, makanya bisa mencapai target harian,” ujar Ridwan salah satu driver Gojek di Jakarta.

Ratusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya.KOMPAS.com/RAJA UMAR Ratusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan keadaan yang seperti ini Ridwan mengatakan, hanya mendapat sekitar 8 orderan per harinya.

Baca juga: Kendala Baru Saat PSBB, Ojol Mulai Kesulitan Ambil Order Makanan

“Kalau buat saya yang kebutuhannya cuma untuk makan sehari-hari sih cukup, tapi kalau sudah punya keluarga dan tanggung jawab lebih tidak akan tercukupi,” katanya.

Meski belum ada informasi lanjutan terkait kebijakan perubahan target dari aplikator. Namun, Ridwan mengaku pihak aplikator sudah memberi bantuan kepada driver terkait situasi PSBB ini.

“Pihak aplikator sudah memberikan voucher belanja minimarket sebesar Rp100 ribu untuk semua mitra gojek di gelombang pertama melalui pemberitahuan yang ada di sistem. Tapi, belum semua rata kebagian program tersebut, nunggu giliran di gelombang kedua,” ujar Ridwan.

Namun untuk pemberian voucher tersebut Ridwan mengaku belum mengetahui seperti apa sistem mekanismenya, karena memang belum mendapat pengumuman lebih lanjut.

Apakah bantuan tersebut akan dibagikan seminggu sekali, sebulan sekali, atau cuma sekadar program lewat saja.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X