Efek Virus Corona, Tidak Ada Lagi DP Ringan Kredit Kendaraan

Kompas.com - 12/04/2020, 12:41 WIB
Sejumlah sales promotion girl (spg) berpose di samping salah satu mobil dari Toyota saat pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). GIIAS 2019 yang akan berlangsung 18 - 28 juli 2019  diikuti 20 merek kendaraan penumpang, 10 merek kendaraan komersil dan koroseri dan 12 merek sepeda motor. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah sales promotion girl (spg) berpose di samping salah satu mobil dari Toyota saat pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). GIIAS 2019 yang akan berlangsung 18 - 28 juli 2019 diikuti 20 merek kendaraan penumpang, 10 merek kendaraan komersil dan koroseri dan 12 merek sepeda motor.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Efek virus corona atau Covid-19, turut berdampak ke sektor perekonomian. Sejumlah perusahaan jasa keuangan mulai membatasi kredit kepada konsumen.

Bahkan leasing memutuskan untuk menaikkan down payment ( DP) untuk pembelian mobil baru. Salah faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah banyaknya penundaan pembayaran kredit.

Arif Reza Fahlepi, Corporate Secretary & Legal Compliance Division Head PT Mandiri Tunas Finance ( MTF), mengatakan, saat ini banyak konsumen yang menahan diri untuk mengajukan kredit.

Baca juga: Pengendara yang Tak Penuhi Syarat Melintas PSBB Jakarta Bakal Dipulangkan

Booth Mandiri Tunas Finance di GIIAS 2016Otomania/Setyo Adi Booth Mandiri Tunas Finance di GIIAS 2016

“Sementara dari sisi multifinance tidak mau ambil risiko tinggi. Kami juga menahan diri untuk memberikan pinjaman kepada konsumen baru,” ujar Arif, saat dikontak belum lama ini.

Arif juga berujar, saat ini pihaknya memberlakukan syarat ketat bagi konsumen baru yang ingin mengajukan kredit kendaraan.

Menurutnya, jika dulu minimal DP bisa 20 persen dari total harga kendaraan, saat ini DP yang dibutuhkan menjadi lebih besar.

Baca juga: Simak Lokasi Lengkap Razia Kendaraan Saat PSBB Jakarta

Booth PT Mandiri Tunas Finance.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Booth PT Mandiri Tunas Finance.

“Sejauh ini, MTF memberlakukan kebijakan DP 40 persen, belum sampai angka 50 persen untuk new customers,” kata Arif.

Ia menambahkan, aturan menaikkan DP merupakan kebijakan masing-masing perusahaan jasa keuangan.

“Kalau misalnya sudah selesai (wabah Covid-19), kami akan recovery. Kami bisa kembali ke kebijakan awal. Untuk mengejar target yang sempat hilang,” ucap Arif.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X