Pengendara yang Tak Penuhi Syarat Melintas PSBB Jakarta Bakal Dipulangkan

Kompas.com - 11/04/2020, 12:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya melakukan pengawasan terhadap kendaraan bermotor yang melintas dan keluar-masuk wilayah DKI Jakarta selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Berfokus pada pemeriksaan kelengkapan berkendara dan aturan berlalu lintas di tengah pandemi virus corona (Covid-19), pengawasan berlangsung di 33 titik lokasi Ibu Kota.

Selama pengawasan, tindakan yang diambil kepolisian bersifat teguran dan imbauan secara tegas serta terukur. Bagi pengendara yang tidak mematuhi aturan berkendara ketika PSBB, bakal dipulangkan.

Baca juga: PSBB Jakarta, Motor Boleh Berboncengan tapi Wajib Satu Alamat

Pengendara ojek daring melintasi jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Pemprov DKI Jakarta melakukan pembatasan aktivitas di Ibu Kota dengan memperpanjang masa tanggap darurat COVID-19 hingga 19 April 2020 sehubungan dengan meluasnya pandemi COVID-19.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Pengendara ojek daring melintasi jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Pemprov DKI Jakarta melakukan pembatasan aktivitas di Ibu Kota dengan memperpanjang masa tanggap darurat COVID-19 hingga 19 April 2020 sehubungan dengan meluasnya pandemi COVID-19.

"Sudah mulai banyak pelangaran, khususnya terkait kapasitas penumpang. Mereka kami putar balikkan dulu sementara," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di keterangan tertulis, Sabtu (11/4/2020).

"Kita berikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami lebih mendalam (ketentuan berkendara). Hari Senin, kita akan lebih tegas lagi dalam hal penindakan terhadap warga yang masih belum sesuai ketentuan PSBB," kata dia.

Seperti diketahui, dalam Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Pasal 27, pelanggar PSBB diancam sanksi pidana dan denda.

Lebih detail, pada Pasal 93 Jo Pasal 9 UU Nomor 6 Tahun 2018 terkait karantina kesehatan, sanksi yang bakal dijatuhkan adalah berupa kurungan penjara selama satu tahun dan denda sebesar Rp 100 juta.

Baca juga: Mekanisme Denda Rp 100 Juta bagi Pengguna Kendaraan yang Melanggar Aturan PSBB Jakarta

Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

Adapun terkait mekanisme pengecekan kendaraan, Sambodo menjelaskan bahwa petugas yang berjaga di setiap pos akan memberhentikan pengendara yang hendak memasuki wilayah Jakarta.

Kemudian, jumlah penumpang pada tiap kendaraan akan dipantau. Bila kapasitas muatan tidak terpenuhi, maka kendaraan terkait harus putar balik atau kembali ke rumah.

"Teknisnya seperti pemeriksaan 3 in 1, kita akan berhentikan, buka kaca (mobil), lihat jumlah penumpangnya berapa," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.