Cegah Corana via Transportasi, Bus AKAP dari Jakarta Diawasi Ketat

Kompas.com - 12/04/2020, 10:21 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara intensif melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan terkait implementasi pengendalian transportasi dalam mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), terutama menjelang musim mudik.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah khususnya di Pulau Jawa.

Seluruh kepala daerah juga telah sepakat untuk melakukan pengawasan ketat dalam implementasi pencegahan Covid-19.

"Jadi pembatasan transportasi dalam PSBB adalah dengan mengurangi jumlah penumpang. Untuk bus AKAP sejauh ini tetap bisa beroperasi dengan syarat mengurangi 50 persen dari total kapasitas kursinya," ujar Adita dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Sabtu (11/4/2020).

Baca juga: Selama PSBB Jakarta, Taksi dan Online Maksimal Angkut 2 Orang

"Kami terus koordinasikan, mengenai implementasi pengendalian transportasi pada daerah khususnya yang telah ditetapkan PSBB, serta terkait penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pengendalian mudik tahun ini," kata Adita.

DICEK—Seorang kru bus dicek suhu tubuhnya di terminal Giri Adipura Wonogiri mengantisipasi penularan virus corona. Apalagi dalam dua pekan terakhir, ribuan pemudik berdatangan ke Wonogiri.KOMPAS.COM/Dokumentasi Terminal Giri Adipura DICEK—Seorang kru bus dicek suhu tubuhnya di terminal Giri Adipura Wonogiri mengantisipasi penularan virus corona. Apalagi dalam dua pekan terakhir, ribuan pemudik berdatangan ke Wonogiri.

Lebih lanjut Adita mengatakan, Kemenhub juga telah meminta kepala daerah untuk bersama memahami dinamika penyebaran dan penanganan corona.

Dengan demikian, masih dimungkinkan adanya penyesuaian dalam setiap keputusan pemerintah, khusus pada sektor transportasi.

Seperti diketahui, Kemenhub telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) dalam rangka pengendalian transportasi guna mencegah penyebaran corona.

Permenhub tersebut juga akan digunakan sebagai acuan dalam pengendalian mudik 2020.

Baca juga: Mekanisme Denda Rp 100 Juta bagi Pengguna Kendaraan yang Melanggar Aturan PSBB Jakarta

"Pada prinspinya penyesuaian dimungkinkan untuk tujuan pencegahan maksimal penyabaran virus tersebut dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat," kata Adita.

Beberapa kebijakan yang diterapkan terkait pembatasan di bidang transportasi dan mudik diantaranya, seperti pengaturan jarak fisik (physical distancing) pada angkutan umum. Adapun jaga jarak fisik dilakukan dengan mengurangi kapasitas penumpang.

Selain itu, bagi masyarakat yang berkeras tetap mudik dan berasal dari wilayah yang ditetapkan sebagai PSBB, diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari setelah kedatangan di kota tujuan mudik dan 14 hari setelah kembali ke Jakarta atau kota lain tempat mereka kembali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.