Terdampak Corona, Pasar Mobil Bekas di Solo Anjlok hingga 90 Persen

Kompas.com - 12/04/2020, 11:25 WIB
Seorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari. Ari PurnomoSeorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari.
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Penyebaran virus corona atau covid-19 yang semakin meluas di wilayah Solo, Jawa Tengah dan sekitarnya berdampak pada penjualan mobil bekas.

Sejak awal bulan ini penjualan mobil bekas benar-benar menurun dibandingkan tiga bulan pertama di tahun 2020.

Penurunan angka penjualan sangat dirasakan oleh para pedagang mobil bekas di wilayah Solo bahkan disebut mencapai 90 persen.

Salah satunya oleh pemilik showroom XL AHM Autocars Hadi Cahyono mengatakan, pada April ini penjualan mobil sangat tidak bergairah.

Baca juga: Ini Aturan Bawa Penumpang untuk Kendaraan Pribadi Selama PSBB Jakarta

“Penurunannya sangat besar sekali kalau 90 persen saya rasa ada,” katanya kepada Kompas.com, Minggu (12/4/2020).

Hadi mengatakan, kondisi ini jauh menurun dibandingkan dua bulan sebelumnya, yakni Februari dan Maret.

Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta SelatanKompas.com/Dio Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta Selatan

Pada dua bulan tersebut, Hadi mengatakan, penjualan mobil bekas masih belum begitu terkena imbas dari merebaknya virus yang pertama muncul dari Wuhan itu.

“Februari masih lumayan banyak yang laku, lalu maret terbantu sampai pertengahan Maret masih ramai,” ucapnya.

Tapi, lanjutnya, mulai akhir Maret penjualan mobil bekas mulai anjlok sampai saat ini. Bahkan di pekan akhir Maret penjualan mobil hanya satu kali transaksi saja.

Baca juga: Pengguna Kendaraan Seperti Ini Bisa Didenda Rp 100 Juta Saat PSBB Jakarta

“Sampai sekarang kondisinya masih ambyar. Kalau harganya sebenarnya tidak ada penurunan, tapi tidak ada transaksi,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X