Hindari Kecelakaan, Kenali Tanda-tanda Pengemudi Mulai Lelah

Kompas.com - 06/04/2020, 19:21 WIB
Ilustrasi kecelakaan tabrakan mobil di Jakarta. Stanly/KompasOtomotifIlustrasi kecelakaan tabrakan mobil di Jakarta.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah kecelakaan mobil terjadi karena faktor human error. Kejadian ini biasanya terjadi karena pengemudi mengabaikan tanda-tanda tubuh mulai mengalami lelah.

Padahal kelelahan atau fatigue merupakan penyumbang terbanyak kecelakaan di jalan. Salah satu dampak fatigue adalah fenomena microsleep.

Jusri Pulubuhu, Training Director dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, microsleep adalah keadaan ketika orang mengalami tidur singkat, atau hilangnya kesadaran dengan waktu singkat sekitar 3 sampai 5 detik.

Baca juga: Daihatsu Taft Reborn Jadi Lebih Mungil, Siap Dijual Juni 2020

Ilustrasialbayan Ilustrasi

Menurut Jusri, salah satu gejala awal fatigue, yaitu mata terasa agak berat dan bagian kelopak mata terasa ingin menutup. Hal ini menyebabkan Anda sulit berkonsentrasi dan sulit fokus saat mengemudi.

“Biasanya orang yang ngantuk akan sulit menjaga mobil tetap di jalurnya, dan kurangnya antisipasi,” ucap Jusri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, kelelahan juga bisa dilihat dari raut muka yang kuyu. Kalau sudah begini, Anda biasanya akan lebih sering menguap dan merasakan gelisah.

Baca juga: Kenapa Lampu Kabin Mobil Harus Mati saat Berkendara Malam Hari?

Ilustrasi Honda Jazz generasi kedua dan ketigaKOMPAS.com/Stanly Ilustrasi Honda Jazz generasi kedua dan ketiga

“Biasanya orang mengalihkan perhatian dengan mendengarkan musik atau ngemil, padahal cara paling baik dengan segera menepi untuk istirahat,” kata Jusri.

Tak jarang, orang yang kelelahan akan memacu kendaraan lebih cepat. Cara ini sedikit banyak memang ada pengaruhnya, lantaran tubuh bakal mengeluarkan adrenalin.

Namun kata Jusri, pengaruhnya hanya sesaat. Malah tubuh akan semakin cepat lelah tak lama setelah mengeluarkan adrenalin.

“Untuk mengembalikan kondisi fisik, paling efektif caranya bisa dengan tidur. Bisa juga dengan melakukan sedikit gerakan perenggangan untuk memperlancar peredaran darah,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X