Dilema Driver Ojol terhadap Penumpang yang Tak Pakai Masker

Kompas.com - 06/04/2020, 17:01 WIB
Pengemudi ojek online dengan penumpangnya berada di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi ojek online dengan penumpangnya berada di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ojek online (ojol) menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan. Dengan membawa penumpang dan melakukan kontak cukup dekat, potensi virus corona tersebar jadi semakin besar.

Igun Wicaksono, Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), mengatakan, kondisi pendapatan ojol turun drastis semenjak adanya kebijakan work from home (WFH) dan kegiatan masyarakat dirumahkan. Bahkan, penurunan pendapatan bisa berkisar 50 persen hingga 80 persen.

Baca juga: Social Distancing pada Penumpang Ojol Wajib Utamakan Selamat

"Rekan-rekan ojol hanya mengandalkan layanan makanan dan kiriman barang saat ini untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari," ujar Igun, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Pemerintah juga sudah memutuskan melarang penumpang yang tidak memakai masker untuk menggunakan kendaraan umum sebagai tindak lanjut pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Meski bukan tergolong kendaraan umum, tapi pengguna ojol jumlahnya sangat banyak. Para pengemudi ojol juga sudah menyarankan untuk memakai masker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karyawan restoran melayani pengemudi ojek online yang menerima pesanan milik pelanggannya melalui aplikasi di salah satu tempat pusat kuliner di kawasan Merdeka Walk Medan, Sumatera Utara, Selasa (24/3/2020). Pengelola menghentikan melayani pembeli yang makan dan minum di tempat dan menggantinya dengan menerima pesanan take-away atau dibungkus untuk dibawa pulang guna mengantisipasi wabah COVID-19.ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA Karyawan restoran melayani pengemudi ojek online yang menerima pesanan milik pelanggannya melalui aplikasi di salah satu tempat pusat kuliner di kawasan Merdeka Walk Medan, Sumatera Utara, Selasa (24/3/2020). Pengelola menghentikan melayani pembeli yang makan dan minum di tempat dan menggantinya dengan menerima pesanan take-away atau dibungkus untuk dibawa pulang guna mengantisipasi wabah COVID-19.

Lalu, bagaimana kondisinya jika ada penumpang yang tidak membawa atau menggunakan masker?

"Dilematik, karena untuk menyediakan masker, kami tidak punya masker untuk penumpang. Jika order ditolak, kami tidak dapat penghasilan, dan performa kami juga anjlok jika batalkan order," kata Igun.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Ini Pentingnya Bawa Helm Sendiri Saat Naik Ojol

Igun berharap pihak aplikator menonaktifkan fitur penumpang dan terus melakukan sosialisasi aplikasi layanan pesan makanan dan barang.

Agar permintaan order makanan ataupun pengiriman barang dapat meningkat sebagai sumber penghasilan mitra ojol.

"Kami hanya andalkan layanan makanan dan kiriman barang saat ini untuk menutupi kebutuhan pokok sehari-hari," ujar Igun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.