Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Ban Kendaraan Sering Kempis jika Lama Tak Dipakai

Kompas.com - 27/03/2020, 08:12 WIB
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sering atau tidaknya kendaraan digunakan ternyata berdampak pada kondisi ban, terutama tekanan udara yang ada di dalamnya.

Ban yang sering berputar karena digunakan akan mampu menjaga tekanan udara tetap stabil dan terjaga di dalamnya.

Beda halnya jika mobil atau sepeda motor jarang digunakan, dalam waktu tertentu akan membuat udara di dalam ban menyusut atau bahkan habis.

Menurut On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal, hal itu menjadi sesuatu yang lumrah terjadi.

Tidak hanya pada kendaraan yang menggunakan mesin, tetapi jenis kendaraan lain seperti sepeda juga bisa terjadi demikian.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Ban Mobil Harus Istirahat saat Perjalanan Jauh?

“Tidak hanya pada mobil atau motor, ban sepeda kalau jarang digunakan pasti anginnya juga akan berkurang,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/3/2020).

Seorang petugas outlet pengisian ban dengan nitrogen di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok sedang melayani pelanggan pada Kamis (8/2/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Seorang petugas outlet pengisian ban dengan nitrogen di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok sedang melayani pelanggan pada Kamis (8/2/2018).

Lebih lanjut Zulpata menjelaskan, penyebab berkurangnya udara di dalam ban tersebut dikarenakan karet ban tidak benar-benar padat, melainkan terdapat pori-pori meskipun dalam ukuran yang sangat kecil.

“Karen ban tidaklah padat, tapi ada pori-porinya yang kecil sekali atau bahkan pelek juga kada ada (pori-porinya). Nah, tekanan udara bisa keluar melalui pori-pori tersebut,” ucapnya.

Maka dari itu, untuk mencegah udara di dalam karet pembungkus pelek berkurang atau habis, Zulpata menyarankan agar kendaraan digunakan. Saat kendaraan dipakai, maka udara di dalam ban menjadi hangat.

Baca juga: Cara Aman Ganti Ban Mobil Sendiri untuk Wanita

“Sehingga, udara yang ada di dalamnya tidak keluar,” katanya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.