Virus Corona Masuk Indonesia, Ini Kondisi Harga Mobil Murah Bekas Maret 2020

Kompas.com - 14/03/2020, 13:00 WIB
Suasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta Pusat Kompas.com/Setyo AdiSuasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta Pusat
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan virus korona atau Covid-19 di Indonesia dinilai memberikan dampak terhadap pemilihan jenis mobil.

Sekarang ini, banyak konsumen yang memilih menggunakan mobil kecil atau jenis city car dibandingkan model lainnya.

Kondisi ini seperti dikemukakan oleh Herjanto Kosasih, Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (14/3/2020).

Herjanto menyampaikan, keberadaan Covid-19 membuat masyarakat banyak yang takut untuk menggunakan transportasi umum. Mereka pun akhirnya beralih menggunakan kendaraan pribadi.

Model yang paling banyak dipilih adalah mobil murah ramah lingkungan alias LCGC jenis city car.

Baca juga: Penjualan Mobil Bekas Kena Dampak Penyebaran Virus Corona

“Sekarang ini lagi kenceng banget yang beli, banyak yang memilih mobil kecil atau city car. Ada Brio Satya, Agya, Ayla, juga ada juga Nissan March, KIA,” katanya.

Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018Bidwin Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018

Herjanto mengatakan, yang paling laris adalah Brio, Agya dan juga Ayla. “Ketiga jenis mobil tersebut bahkan menyumbang 15 persen sampai dengan 20 persen penjualan di sini,” ucapnya.

Untuk harganya, Herjanto mengungkapkan, yakni antara Rp 80 juta sampai dengan Rp 120 juta. Tergantung dengan tahun dan juga jenis mobilnya.

“Kalau Brio maksimal Rp 120 juta, kalau Agya, Ayla bisa dapat Rp 80 juta itu yang tahun 2015. Kebanyakan harga mobil murah itu di bawah Rp 100 juta,” katanya.

Baca juga: Virus Corona Mengancam, Formula E 2020 Resmi Ditunda

Sementara untuk jenis mobil MPV kecil seperti Avanza, Xenia, menurutnya masih tetap yang mendominasi, yakni 30 persen dari total penjualan per bulan yang mencapai 2.000-an unit.

Membeli mobil tak harus baru, Anda juga bisa memilih jenis mobil bekas berkualitas dan dengan metode pembayaran cicilan. SHUTTERSTOCK Membeli mobil tak harus baru, Anda juga bisa memilih jenis mobil bekas berkualitas dan dengan metode pembayaran cicilan.

“Dan sekarang ini penjualan mobil tengah naik saat ada virus korona, ada kenaikan mencapai 15 persen. Padahal, seharusnya saat ini penjualan lesu tetapi karena ada kejadian malah ada peningkatan,” ucapnya.

Peningkatan ini terjadi salah satunya disebabkan banyak masyarakat yang sebelumnya naik transportasi umum, kemudian beralih menggunakan kendaraan pribadi.

Baca juga: Spesifikasi Yamaha 125Z yang Dijual Seharga Mobil Murah

“Ya karena kalau naik transportasi umum itu lebih rentan terhadap penyebaran virusnya. Maka mereka memilih menggunakan kendaraan pribadi, dulu yang mobilnya kebanjiran lalu dijual sekarang beli lagi, kredit lagi,” katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X