Cara Minim Masalah Ketika Berkendara Jarak Jauh dengan Mobil Lawas

Kompas.com - 13/03/2020, 11:32 WIB
Salah satu mobil retro yang meramaikan pameran mobil Classic FOr The Young Generation yang diadakan Perhimpinan Penggemar Mobil Kuno Indonesia di Tangerang, Sabtu (31/3/2018). Kompas.com/Alsadad RudiSalah satu mobil retro yang meramaikan pameran mobil Classic FOr The Young Generation yang diadakan Perhimpinan Penggemar Mobil Kuno Indonesia di Tangerang, Sabtu (31/3/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Seperti halnya mobil baru, mobil lawas sangat mungkin dibawa berkendara jarak jauh untuk touring maupun mudik. Namun beberapa persiapan harus dilakukan sebelum berangkat, seperti mengecek mesin, kelistrikan, dan pendinginan.

Pengemudi juga harus perhatikan beberapa hal selama berkendara di jalan. Cara ini dilakukan agar mobil lawas minim masalah dan tak menyusahkan pemiliknya.

Iman Kusumo, pemilik bengkel Gearhead Monkey Garage (GMG) di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, mengatakan, pertama pengemudi harus memilih waktu berkendara yang tepat.

Baca juga: Belum Satu Bulan, Penjualan SUV Murah Suzuki XL7 Tembus Target

Deretan mobil klasik yang hadir di acara Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) di Jakarta, Minggu (4/3/2018).Kompas.com/Alsadad RUdi Deretan mobil klasik yang hadir di acara Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) di Jakarta, Minggu (4/3/2018).

Mobil lawas untuk dibawa mudik mungkin sekali, yang penting hindari jam macet, karena kalau terlalu lama berhenti takutnya overheat,” ujarnya kepada Kompas.com (12/3/2020).

“Kalau bisa cari jalan yang tidak terlalu ramai dilalui orang. Misalnya orang-orang pada lewat tol, kita lewat jalan biasa saja, sekalian piknik. Intinya pemilihan waktu harus tepat agar mobil aman di jalan,” ucap Iman.

Iman juga mengatakan, penting bagi pengendara untuk selalu memperhatikan temperatur mesin dan indikator bensin. Apabila ada kenaikan suhu sebaiknya langsung mengistirahatkan mobil sampai normal lagi.

Baca juga: Pesona Yamaha RX 125 Twin yang Layak Dikoleksi

Mesin dari Ford Mustang lansiran 1967 milik salah seorang anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang hadir di Bogor, Minggu (21/1/2018). Kompas.com/Alsadad Rudi Mesin dari Ford Mustang lansiran 1967 milik salah seorang anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang hadir di Bogor, Minggu (21/1/2018).

Soal istirahat di jalan, ada baiknya pengemudi melakukannya secara rutin. Hal ini tak hanya penting bagi mesin, tapi juga beberapa komponen lainnya agar tetap berfungsi maksimal.

Didit Soedarto, Ketua Harian 1 Volkswagen Indonesia Association (VIA), mengatakan, paling tidak mobil lawas harus istirahat setiap empat jam sekali saat perjalanan jauh.

“Karena pendinginan mobil lawas ada yang hanya mengandalkan oli, bukan radiator. Makanya kita enggak bisa geber terus-terusan, enggak bisa dipanteng terus gasnya,” kata Didit.

“Top speed masih bisa 110 atau 120 km per jam. Tapi harus naik turun, jadi kadang jalan 100 km per jam, kadang 80 km per jam. Kalau tidak mesinnya jebol, sayang kan,” ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X