[POPULER OTOMOTIF] Tarif Ojek Online Resmi Naik | Ke Mana Air dari Toilet Bus Dibuang?

Kompas.com - 11/03/2020, 06:02 WIB
Driver ojek online menunggu order di kawasan perbelanjaan Mangga Dua, Senin (6/5/2019). Beberapa driver mengeluhkan titik penjemputan penumpang yang kian jauh, setelah penerapan Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2019 soal penerapan tarif ojek online. KOMPAS.com/ TATANG GURITNODriver ojek online menunggu order di kawasan perbelanjaan Mangga Dua, Senin (6/5/2019). Beberapa driver mengeluhkan titik penjemputan penumpang yang kian jauh, setelah penerapan Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2019 soal penerapan tarif ojek online.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya mengumumkan penyesuaian tarif untuk ojek online ( ojol) khusus untuk Zona II atau wilayah Jabodetabek.

Keputusan ini diambil setelah adanya permintaan dari para ojek daring beberapa waktu lalu.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, kenaikan tarif yang diberikan Kemenhub atas dasar diskusi dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Selain itu, informasi yang tidak kalah menariknya lagi soal kemana air dari toilet bus dibuang, apakah langsung ke jalan atau ada tempat khusus?

Penasaran seperti apa, berikut ini lima berita terpopuler di kanal otomotif pada Selasa 10 Maret 2020:

1. Resmi, Tarif Ojek Online di Jabodetabek Naik

Salah seorang pengemudik ojek online saat melintas di depan SLB-C Plus Asih Manunggal, Jalan Singaperbangsa, Kamis (2/5/2019).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Salah seorang pengemudik ojek online saat melintas di depan SLB-C Plus Asih Manunggal, Jalan Singaperbangsa, Kamis (2/5/2019).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya mengumumkan penyesuaian tarif untuk ojek online ( ojol) khusus untuk Zona II atau wilayah Jabodetabek.
Keputusan ini diambil setelah adanya permintaan dari para ojek daring beberapa waktu lalu.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, kenaikan tarif yang diberikan Kemenhub atas dasar diskusi dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Selain itu, Kemenhub juga menyertakan hasil survei kemampuan membayar responden di Jabodetabek.

"Dari hasil diskusi dan survei, paling banyak untuk tarif batas bawah setuju di angka Rp 200 per kilometer, tapi diolah lagi oleh Litbang kami menjadi Rp 225 per kilometer, lalu dibulatkan oleh Pak Menteri menjadi Rp 250 per kilometer," ucap Budi saat konferensi pers di kantor Kemenhub, Selasa (10/3/2020).

Baca juga: Resmi, Tarif Ojek Online di Jabodetabek Naik

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X