Banjir Jakarta, Waspada Banyak Ranjau Lubang di Jalan

Kompas.com - 25/02/2020, 14:42 WIB
Pengendara sepeda motor mencoba melintasi banjir di Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (23/2/2020). Hujan deras sejak Minggu 23 Februari dini hari membuat sejumlah daerah di Ibu Kota tergenang banjir. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPengendara sepeda motor mencoba melintasi banjir di Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (23/2/2020). Hujan deras sejak Minggu 23 Februari dini hari membuat sejumlah daerah di Ibu Kota tergenang banjir.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Curah hujan yang tinggi dan buruknya sistem drainase, menjadi salah satu penyebab banjir Jakarta terjadi. Walau akan surut, namun setelah dihantam genangan air banyak jalan yang akhirnya rusak dan berlubang.

Kondisi ini tak bisa diabaikan, khususnya bagi pengguna sepeda motor. Pasalnya, dengan aspal jalan yang rusak dan berlubang, sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan, bahkan sampai fatalitas.

Buktinya, sudah ada beberapa postingan di media sosial yang menggambarkan kondisi aspal jalan yang berlubang dan rusak setelah tergenang banjir. Bahkan sampai di ruas jalan tol juga.

Baca juga: Motor Masuk Tol karena Banjir, Perhatikan Teknik Pengereman

Pengendara sepeda motor melintasi banjir di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (2/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Minggu (2/2) pagi menyebabkan beberapa ruas jalan di ibu kota tergenang banjir dengan ketinggian 10-50 centimeter.ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A Pengendara sepeda motor melintasi banjir di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (2/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Minggu (2/2) pagi menyebabkan beberapa ruas jalan di ibu kota tergenang banjir dengan ketinggian 10-50 centimeter.

Pendiri sekaligus instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan berkendara melintas genangan air dengan kondisi jalan yang berlubang layakanya berjalan di atas ranjau. Karena itu, dibutuhkan sikap antisipasi yang tinggi.

"Ini sering sekali saya bilang perlu menanamkan sifat defensive bagi pengendara, terutama juga pengguna motor. Perlu diketahui, bahaya itu ada di sekeliling kita, jadi jangan hanya fokus pada empat area seperti depan, belakang, kiri, dan kanan saja, tapi antisipasi juga atas dan bawah saat berkendara," ucap Jusri saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/2/2020).

Pada saat musim banjir, Jusri menjelaskan sudah umum bila banyak jalan yang rusak, baik itu dalam yang berlubang atau bergelombang. Pengendara motor yang melintas di jalur-jalur ranjau tersebut, baiknya tak hanya asal gas ketika melewati genangan air.

Harus diperhatikan dampak dan bahayanya, bisa saja air yang tergenag tersebut menutupi jalan yang berlubang. Dengan demikian, saat pengendara motor yang melintas tak menyadari hal tersebut, bisa menjadi bahaya yang sangat merugikan.

Sejumlah pengendara motor menerobos banjir di Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (23/2/2020). Curah hujan yang tinggi dan drainase yang buruk membuat daerah tersebut terendam banjir. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.Fakhri Hermansyah Sejumlah pengendara motor menerobos banjir di Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (23/2/2020). Curah hujan yang tinggi dan drainase yang buruk membuat daerah tersebut terendam banjir. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.

Baca juga: Mobil Terpaksa Lewati Banjir, Begini Cara Amannya

"Jangankan lubang besar, untuk motor saat tersengol lubang 10 cm saja bisa mengundang bahaya yang tak bisa diprediksi seperti apa, karena itu perlu adanya sikap defensive tadi," uajr Jusri.

"Yang tak kalah penting diingat, naik motor tak pernah mengenal kata stabil, yang ada hanya seimbang. Ketika kesimbangan sudah terkoreksi akibat kena lubang yang tertutup genangan air itu, dampaknya bisa kehilangan kendali, apalagi saat kecepatan tinggi dan jalan yang basah," ujar Jusri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X