Tips Naik Motor yang Aman Saat Kondisi Hujan

Kompas.com - 22/02/2020, 17:22 WIB
Pengendara sepeda motor mengenakan jas hujan saat terjadi hujan di Jalan Katedral, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi dini cuaca ektrem yang akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada hari Minggu (22/12/2019), dan Senin (23/12/2019). KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOPengendara sepeda motor mengenakan jas hujan saat terjadi hujan di Jalan Katedral, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi dini cuaca ektrem yang akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada hari Minggu (22/12/2019), dan Senin (23/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika mengendarai sepeda motor saat hujan turun, lebih baik menepi. Ada yang mengatakan, permukaan aspal akan lebih licin dibanding ketika sudah deras, benarkah demikian?

Menurut Setyo Suyarko, Trainer Yamaha Riding Academy On Road dan Off Road, membenarkan hal tersebut. Licinnya permukaan jalan disebabkan oleh debu yang terkena air. Jika sudah deras, debu akan terbawa air sehingga jalanan tidak lebih licin.

“Sebenarnya tergantung dari daerahnya, kalau enggak ada debu, tidak akan licin. Namun kebanyakan wilayah di Indonesia jalannya pasti ada debu,” ucap Setyo kepada Kompas.com, Sabtu (22/2/2020).

Baca juga: Siap-siap Macet, Ada Pekerjaan di Tol Layang Jakarta Cikampek

Jas hujan yang nyaman Motorcycle-jackets-rain Jas hujan yang nyaman

Jadi ketika awal hujan turun, lebih baik menepi dulu. Namun ketika berkendara saat hujan, lebih baik tetap waspada karena permukaan yang basah, tidak seperti saat kering. Setyo, memberikan saran ketika berkendara di jalan yang basah.

“Yang pertama, kurangi kecepatan. Hal ini dilakukan agar pengendara bisa lebih mudah mengoperasikan sepeda motor dan menganalisa bahaya di jalan,” ucap Setyo.

Baca juga: Brio Satya Laris Manis, Honda Bicara Mobil Murah 7 Penumpang

Kedua, pengoperasian gas harus semakin halus, untuk menghindari gas mendadak dan ban belakang kehilangan traksi. Selain gas, menekan tuas rem juga harus semakin halus. Menghindari ban terkunci ketika mengerem terlalu keras.

“Terakhir, saat berbelok, kecepatan harus lebih rendah dibanding di jalan kering dan hindari sepeda motor terlalu miring,” ujar Setyo.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X