Saran Pengamat Transportasi, Truk ODOL Didenda Ratusan Juta Rupiah

Kompas.com - 14/02/2020, 07:12 WIB
Kemacetan panjang terjadi saat pemberlakuan contraflow di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Pemberlakuan contraflow tersebut diberlakukan selama proses olah TKP kecelakaan beruntun di KM 91 oleh petugas berwenang. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIKemacetan panjang terjadi saat pemberlakuan contraflow di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Pemberlakuan contraflow tersebut diberlakukan selama proses olah TKP kecelakaan beruntun di KM 91 oleh petugas berwenang.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) memberantas angkutan over dimension over loading ( ODOL) pada 2021, mengalami kendala lantaran adanya permintaan penundaan dari Menteri Perindustrian (Menperin) Agung Gumiwang Kartasasmita.

Hal ini pun mendapat beragam reaksi, termasuk dari Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno. Menurut Djoko, dampak peredaran ODOL sudah cukup banyak merugikan, baik dari segi material sampai korban jiwa karena kecelakaan.

"Harusnya tak perlu lagi ditunda-tunda atau memberikan pengecualian hanya karena masalah industri. Harus diingat dampak ODOL itu sangat mengerikan, bukan hanya merusak jalan tapi juga menyebabkan nyawa melayang," ucap Djoko saat dihubungi Kompas.com, Kamis (13/2/2020).

Baca juga: Kecelakaan Truk Terus Terulang, Perlu Efek Jera Para Pelaku

Truk terjaring ODOL di Tol BSD Truk terjaring ODOL di Tol BSD

"Jadi tidak usah ditunda, tetap jalan saja, nanti kalau ada yang meninggal lagi karena ODOL bagaimana, tinggal limpahkan saja dosanya sama siapa yang memberikan izin," kata dia.

Tak hanya itu, Djoko juga menyarankan Kemenhub bersama dengan kepolisian untuk lebih tegas lagi dalam upaya pembebasan ODOL di Indonesia. Contohnya, dengan memberikan efek jera melalui denda dan saksi yang besar.

Bukan hanya untuk pengusaha atau pemilik angkutannya saja, tapi juga bagi pihak-pihak terkait lainnya, yakni karoseri yang mana berperan untuk merancang muatan truk-truk tersebut agar bisa memuat lebih banyak dari yang sudah ditentukan.

Mobil ringsek akibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Purwakarta, Senin (2/9/2019). 
Tribunjabar.id/Ery Chandra Mobil ringsek akibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Purwakarta, Senin (2/9/2019).

"Kalau saya bilang aturan yang sekarang itu kurang, harusnya jangan didenda Rp 24 juta, itu masih kecil, kalau bisa dibuat di atas Rp 100 juta. Tujuannya jelas untuk penindakan dan akan menimbulkan efek jera atau kapok, ini berlaku dari hulu hingga hilir," ujar Djoko.

Baca juga: Usai Tarik Ulur, Kemenhub Tetapkan Zero ODOL Hingga 2022

 

Seperti diketahui, sanksi untuk ODOL yang digunakan saat ini mengacu pada Undang Undang Lalu Lintas Jalan Raya Nomor 22 Tahun 2009 padal 277, dengan bunyi :

Setiap orang yang memasukkan kendaraan bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia membuat, merakit, atau memodifikasi kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe sebagai dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dapat dipidana kurungan penjara paling lama 1 tahun atau denda paling tinggi Rp 24 juta.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X