Kecelakaan Truk Terus Terulang, Perlu Efek Jera Para Pelaku

Kompas.com - 13/02/2020, 10:22 WIB
Truk bernomor polisi BE 9037 NE terbalik usai menabrak dua unit sepeda motor yang sedang parkir di Turunan Tarahan, Jalinsum KM 21-22, Desa Tarahan, Lampung Selatan. Empat orang tewas dalam kecelakaan ini. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYATruk bernomor polisi BE 9037 NE terbalik usai menabrak dua unit sepeda motor yang sedang parkir di Turunan Tarahan, Jalinsum KM 21-22, Desa Tarahan, Lampung Selatan. Empat orang tewas dalam kecelakaan ini.

JAKARTA, KOMPAS.comKecelakaan yang melibatkan kendaraan niaga seperti truk masih sering terjadi. Paling terakhir sebuah Honda Brio terseret hingga sejauh 150 meter di pintu tol Bawen, Kabupaten Semarang, pada Selasa (11/2/2020).

Diketahui truk harusnya berhenti atau paling tidak mengurangi kecepatan sebelum menghajar Honda Brio, karena traffic light di jalurnya sudah menunjukkan warna merah.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, namun kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden yang melibatkan truk.

Baca juga: Selain XL7, Suzuki Punya SUV Baru untuk Indonesia

Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas, mengatakan, ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab kecelakaan truk. Salah satu yang terbanyak adalah human error dan faktor teknis kendaraan.

Menurutnya, faktor kelalaian manusia seharusnya bisa ditekan asalkan lembaga pengawasan berjalan sesuai dengan perannya.

“Saya kira itu perlu ditindak, selama ini kan tidak pernah ada sanksi efek jera untuk pengusaha dan pengemudi,” ujarnya kepada Kompas.com (12/2/2020).

Baca juga: Daihatsu Siapkan Kejutan dengan Mobil 1,0 L Turbo

Truk kontainer menabrak gardu tol Halim, Rabu (29/1/2020).Instagram Truk kontainer menabrak gardu tol Halim, Rabu (29/1/2020).

“Begitu juga penyewa yang kerap menggunakan armada hingga overload, harus bertanggung jawab dengan kecelakaan yang sering terjadi,” kata Darmaningtyas.

Ia mengatakan, peristiwa kecelakaan truk terus berulang dari waktu ke waktu. Agar tak terjadi lagi, perlu ada sanksi tegas berupa pemecatan sopir atau denda kepada pengusaha truk yang armadanya melanggar peraturan, atau menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X