Fresh Graduate Baru Bekerja dan Mau Beli Mobil? Simak Ini

Kompas.com - 22/01/2020, 14:32 WIB
Deretan mobil bekas yang dijual di diler Kara Mobil, Jalan Margonda, Depok, Selasa (13/2/2018). Kompas.com/Alsadad RudiDeretan mobil bekas yang dijual di diler Kara Mobil, Jalan Margonda, Depok, Selasa (13/2/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengincar mobil bekas jadi pilihan orang-orang yang memiliki dana terbatas untuk memiliki kendaraan.

Mobil bekas menawarkan harga terjangkau, namun konsumen harus menyiapkan biaya perawatan yang mutlak diperlukan bagi mobil-mobil usia 5 tahun ke atas.

Terlebih bagi fresh graduate yang baru memulai berkarier, dan ingin memiliki kendaraan pertamanya. Memiliki mobil jadi pilihan saat akses transportasi umum sulit dijangkau, terutama bagi yang berdomisili di pinggiran kota.

Herjanto Kosasih, Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, untuk membeli mobil bekas secara kredit, konsumen harus menyiapkan dana sebesar 20 persen dari harga jual kendaraan.

Baca juga: Catat, Ini Lokasi Tilang Elektronik untuk Pengendara Motor di Jakarta

Suzuki Escudo masuk ke dalam bursa mobil bekas tahun 90an yang dibanderol Rp 50 juta Foto:Youtube Suzuki Escudo masuk ke dalam bursa mobil bekas tahun 90an yang dibanderol Rp 50 juta

“Misalnya buat mobil bekas harga Rp 80 jutaan, DP-nya sekitar Rp 15 juta. Untuk tenor 4 tahun, angsurannya Rp 1,5 juta per bulan, ini cocok buat yang penghasilannya sekitar Rp 5 juta per bulan,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

“Tapi perhitungan tersebut belum ditambahkan bunga yang ditetapkan masing-masing leasing,” kata Herjanto.

Sementara itu, Perencana Keuangan OneShildt Budi Rahardjo, mengatakan jika fresh graduate sudah berencana untuk memiliki mobil, hal pertama yang harus disiapkan adalah uang muka.

Baca juga: Jangan Cari Gampang, Ini Alasan Kenapa Parkir Mobil Harus Mundur

Kolong tol Becakayu dijadikan tempat berjualan mobil bekas, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019)KOMPAS.com/ Ryana Aryadita Kolong tol Becakayu dijadikan tempat berjualan mobil bekas, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019)

“Sebagai awalan harus persiapkan DP, misal dengan menabung 1 atau 2 tahun sebelumnya,” ujar Budi Rahardjo, Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning, kepada Kompas.com (21/1/2020).

Untuk membayar cicilan, Budi menyarankan calon pembeli mobil untuk menyisihkan 15 sampai 20 persen dari total penghasilan per bulan untuk melunasi kewajiban.

“Kalau pilihan jatuh pada mobil seken, siapkan juga dana untuk biaya balik nama kendaraan, dan biaya perbaikan. Biaya tambahan ini dapat dipersiapkan di awal seperti DP, jadi sebelum mengincar mobil sudah perhitungkan dulu servisnya habis berapa,” kata Budi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X