Lemahnya Pengawasan Jadi Penyebab Banyak Kecelakaan Truk

Kompas.com - 21/01/2020, 15:42 WIB
Kecelakaan dua truk besar di ruas Tol Jagorawi KM 11+700, Cipayung, Jakarta Timur, arah Jakarta, menyebabkan arus lalu lintas Tol Jagorawi arah Jakarta padat merayap, Kamis (19/12/2019). Twitter @TMCPoldaMetroKecelakaan dua truk besar di ruas Tol Jagorawi KM 11+700, Cipayung, Jakarta Timur, arah Jakarta, menyebabkan arus lalu lintas Tol Jagorawi arah Jakarta padat merayap, Kamis (19/12/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Belakangan kecelakaan truk sering terjadi di Indonesia. Paling terakhir sebuah truk kontainer terguling di rest area Km 97 tol Cipularang, beruntung tidak ada korban jiwa, namun sebanyak 7 mobil rusak karena tertimpa truk tersebut.

Selain faktor teknis kendaraan, kecelakaan biasanya terjadi karena human error. Misalnya, pengemudi yang mengantuk jadi salah satu penyumbang terbesar kecelakaan di jalan.

Darmaningtyas, Ketua Institut Studi Transportasi (Instran), mengatakan faktor kelalaian manusia sebetulnya bisa ditekan jika lembaga pengawasan berjalan sesuai dengan fungsinya.

Baca juga: Daftar Merek Mobil yang Harga Bekasnya Jatuh

Kecelakaan Truk Kontainer dan Truk Muatan PasirKOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARI Kecelakaan Truk Kontainer dan Truk Muatan Pasir

Kecelakaan truk sering terjadi karena di negara kita relatif lemah pengawasannya,” ujar Darmaningtyas kepada Kompas.com (20/1/2020).

“Sering terjadi sopir tidak memiliki SIM atau masih di bawah umur. Biasanya sebelumnya mereka ini tidak lolos dari sopir bus, itu karena mereka tidak punya kompetensi,” ujarnya kepada Kompas.com (20/1/2020).

Menurutnya, perlu sanksi tegas seperti pemecatan sopir atau denda kepada pengusaha truk yang mengalami pelanggaran lalu lintas atau kecelakaan di jalan.

“Saya kira itu perlu ditindak, selama ini kan tidak pernah ada sanksi efek jera untuk pengusaha dan pengemudi. Begitu juga penyewa yang kerap menggunakan armada hingga overload. Kalau perlu Pemda sekalian, karena mereka yang mengeluarkan uji KIR,” kata Darmaningtyas.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X