Masih Saja Salah Kaprah Soal Perilaku Saat Konvoi Motor

Kompas.com - 17/01/2020, 10:02 WIB
Turing Honda Dikers Day 2019 Foto: AHMTuring Honda Dikers Day 2019

JAKARTA, KOMPAS.com – Turing kendaraan roda dua memang menyenangkan bagi sebagian besar bikers. Aktivitas ini bisa dilakukan dengan pergi ke lokasi-lokasi baru dan dilakukan bersama-sama.

Biasanya jika dilakukan oleh sekelompok peserta, sehingga perjalanan dibuat menjadi iring-iringan atau konvoi motor.

Namun, masih saja terdapat kesalahan perilaku yang dilakukan oleh para perserta dan pelaku konvoi motor. Salah satu yang paling sering dilakukan, adalahz menyalakan hazard sepanjang perjalanan sebagai indikator jika tengah berkendara konvoi.

Setyo Suyarko, Trainer Yamaha Riding Academy On Road dan Off Road, mengatakan lampu hazard hanya dipergunakan saat kondisi darurat. Misal, ada yang kecelakaan di depan, atau terpaksa minggir di bahu jalan.

Dengan menyalakan hazard, maka pengguna jalan lain akan lebih waspada, karena ada situasi darurat pada kendaraan itu. 

Baca juga: Konvoi Intimidasi Pengguna Jalan Lain Bisa Dipidana

Salah satu motor gede (moge) yang ikut meramaikan Distinguished Gentlemans Ride (DGR), Minggu (30/9/2018).KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA Salah satu motor gede (moge) yang ikut meramaikan Distinguished Gentlemans Ride (DGR), Minggu (30/9/2018).

Menyalakan hazard selama perjalanan justru akan membingungkan pengguna jalan lain. Ketika hendak berbelok dan hazard menyala, maka pengguna jalan lain bakal sulit menebak akan mengarah ke kanan atau kiri. Kondisi ini justru memicu bahaya!

“Ketika konvoi motor, juga masih ada yang merasa kalau rombongan tersebut adalah prioritas di jalan. Yang begini biasanya pengguna jalan lain diminta untuk minggir, ini sangat salah,” ucap Setyo kepada Kompas.com belum lama ini.

Ketika merasa menguasai jalan, ada konvoi motor yang pamer kemampuan riding mereka sambil berkendara di jalan umum. Tentunya itu membahayakan bagi pengguna jalan lain dan pastinya mengganggu lalu lintas.

Ada perilaku lain ekstrem, adalah tidak taat aturan lalu lintas, seperti menerobos lampu merah. Konvoi yang dilakukan kadang tidak ingin terputus dikarenakan lampu merah. Padahal jelas aktivitas ini melanggar hukum dan bisa mengganggu, membahayakan, pengguna jalan lain.

Baca juga: Pasang Lampu Hazard, Ada Etikanya

lampu hazardhttps://i1.wp.com/zonabikers.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190408_083627_crop_800x533.jpg?w=800&ssl=1 lampu hazard

“Ketika konvoi sebaiknya maksimal dua baris kendaraan dan saat macet dibuat satu baris saja. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pengendara yang lain,” Kata Setyo.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X