Pasang Lampu Hazard, Ada Etikanya

Kompas.com - 13/07/2019, 11:22 WIB
Salah kaprah lampu hazard automotiveaddicts.comSalah kaprah lampu hazard

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak pengendara masih salah kaprah terkait penggunaan lampu darurat atau hazard. Bahkan di beberapa daerah, lampu yang berupa kedua sein menyala bersamaan ini dijadikan sebagai tanda bahwa kendaraan akan bergerak lurus saat berada di persimpangan.

Salah kaprah penggunaan lampu hazard bisa menghasilkan kecelakaan lalu lintas dan pertikaian dengan pengguna jalan lainnya. Terlebih bila lampu menyala di malam hari, sinarnya menyilaukan pengendara lain.

Penggunaan lampu hazard sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 121. Dijelaskan, lampu hazard hanya digunakan ketika kendaraan berhenti karena beberapa hal yang bersifat darurat seperti mogok.

Berikut aturan jelasnya, "(1) Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku untuk Pengemudi Sepeda Motor tanpa kereta samping."

Baca Juga : Etika Pakai Lampu Jauh, Jangan Jadi Biang Kerok di Jalanan

Maksud dari 'isyarat lain' adalah lampu darurat dan senter. Lalu kata 'keadaan darurat' diartikan sebagai kendaraan dalam keadaan mogok, mengalami kecelakaan lalu lintas, atau sedang mengganti ban.

"Maka sudah jelas menggunakan lampu hazard hanya dalam kondisi kendaraan berhenti, bukan bergerak. Maka jangan mengaktifkan lampu ketika menerobos hujan, kabut, terowongan, konvoi, maupun ingin menyalip dan mengambil jalan lurus saat persimpangan. Karena pengguna jalan lain bisa salah menanggapi," ujar Pendiri dan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Jusri juga menjelaskan, menggunakan lampu hazard yang salah tempat seperti kondisi hujan ataupun berkabut bisa mengalihkan konsentrasi pengendara lain yang seharusnya memperhatikan lampu rem. Selain itu juga bikin bingung karena lampu hazard menutupi kerja lampu sein.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X