5 Kejadian Unik di Tol Layang Jakarta-Cikampek sejak Dibuka

Kompas.com - 23/12/2019, 10:18 WIB
Tol Layang Jakarta-Cikampek Tol Layang Jakarta-Cikampek
|

"Kendaraan juga masih bisa jalan, tapi padat. Sebab, sejak pagi banyak yang mau mencoba tol elevated ini," ujar dia.

2. Pengendara Pipis Sembarangan di Bahu Jalan

Jelang libur Natal dan Tahun Baru 2020, jalan tol layang Jakarta-Cikampek sepanjang 36,4 kilometer dipadati kendaraan pribadi. Pengendara disebut antusias untuk segera mencoba tol layang terpanjang di Indonesia itu.

Menariknya, karena tol layang tidak memiliki rest area, sejumah orang malah ada yang buang air kecil di tengah-tengah jalan akibat tak sanggup menahan rasa buang air kecil karena kemacetan.

"Oleh sebab itu, penting untuk pengguna layang Japek melakukan persiapan, termasuk buang air kecil sebelum berangkat. Karena kita baru bisa ketemu rest area saat turun tol layang, tepatnya di Km 57 sekitar daerah Karawang atau 5-10 menit usai tol layang," kata Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno.

Petugas Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jabar melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Olah TKP tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan dan menyebabkan 8 orang tewas pada Senin kemarin.ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI Petugas Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jabar melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Olah TKP tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan dan menyebabkan 8 orang tewas pada Senin kemarin.

3. Terjadi Kecelakaan Beruntun

Kecelakaan beruntun terjadi di tol layang, tepatnya di Kilometer 27 pada Minggu (22/12/2019) sekitar pukul 09.00 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban, sebagaimana dikutip Kompas.id, kejadian ini mengakibatkan arus lalu lintas di ruas tol menjadi tersendat.

Menurut informasi dari petugas patroli jalan raya, kecelakaan disebabkan pengendara kurang mengantisipasi laju kendaraan sehingga tidak bisa mengantisipasi dan menabrak bagian belakang mobil yang ada di depannya.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun Perdana Terjadi di Tol Layang Jakarta-Cikampek

”Hingga saat ini, kami masih memonitor kejadian tersebut,” kata Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Faiza Riani.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X