Biaya Restorasi Mobil Lawas, dari Puluhan Juta hingga Miliaran Rupiah

Kompas.com - 21/10/2019, 12:42 WIB
Ford Mustang 1967 bergaya Eleanor seperti di film Gone in 60 Second milik Sean Gelael di ajang IMX 2019 Kompas.com/DioFord Mustang 1967 bergaya Eleanor seperti di film Gone in 60 Second milik Sean Gelael di ajang IMX 2019
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Jumlah mobil klasik di perkotaan mungkin tak sebanyak mobil baru, namun peminatnya bisa dibilang makin bertambah. Dengan jumlah yang terbatas, mobil klasik belakangan jadi terasa lebih eksklusif dibandingkan mobil baru.

Permintaan yang banyak ini berimbas kepada makin ramainya bengkel-bengkel yang melayani perbaikan atau restorasi mobil lawas yang keluar era 1990-an, 1980-an, atau yang lebih tua sekalipun.

Iman Kusumo, pemilik bengkel modifikasi Gearhead Monkey Garage (GMG) di Pondok Pinang Jakarta Selatan, mengakui tren restorasi mobil klasik makin ramai di tahun 2019.

Baca juga: Puluhan Mobil Klasik Ikut Ramaikan Kustomfest 2019

Honda Civic Genio jadi salah satu yang dipajang di showroom Malique Selatan Djakarta, Blok M Mall Lt. BasementKompas.com/Dio Honda Civic Genio jadi salah satu yang dipajang di showroom Malique Selatan Djakarta, Blok M Mall Lt. Basement

“Saat ini makin banyak yang memodifikasi mobil, tapi bukan diubah agar lebih keren atau lebih kencang, tapi dibuat semirip mungkin dengan waktu pertama kali keluar,” katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

“Biaya restorasinya pun menyesuaikan dengan keinginan dan kemampuan, dari puluhan juta sampai miliaran rupiah,” ucap Iman.

Menurutnya, besar kecilnya biaya merestorasi mobil tergantung dari seberapa langka komponen-komponen yang ingin dipasang.

Baca juga: 3 Jurus Gearhead Monkey Merestorasi Mobil Klasik

Mencari mobil bekas yang baik dapat dilihat dari kondisi interior yang masih orisinil dan rapi.Kompas.com/Dio Mencari mobil bekas yang baik dapat dilihat dari kondisi interior yang masih orisinil dan rapi.

Untuk spare part mobil Amerika misalnya, kata Iman, masih lebih banyak tersedia ketimbang mobil Jepang. Hal ini jadi kemudahan tersendiri bagi modifikator yang tengah menggarap mobil Amerika.

“Yang pasti Amerika di-support sama negaranya untuk mereka bisa memproduksi lagi spare part-nya. Jadi kita tidak perlu cari barang bekasnya, semua masih ada yang baru, dari yang murah sampai yang mahal,” ujarnya.

Sementara untuk merestorasi mobil Jepang, modifikator biasanya mengandalkan barang bekas atau produk New Old Stock (NOS). Ini juga yang membuat komponen mobil Jepang terasa lebih langka, sebab produsen sudah tak lagi menjual spare part-nya.

“Istilahnya mobil Jepang kalau sudah lebih dari 20 atau 30 tahun akan discontinue, itu kita harus berburu untuk mendapatkan spare part-nya karena udah enggak dijual resmi,” kata Iman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X