3 Jurus Gearhead Monkey Merestorasi Mobil Klasik

Kompas.com - 30/09/2019, 13:02 WIB
Ford Mustang 1967 bergaya Eleanor seperti di film Gone in 60 Second milik Sean Gelael di ajang IMX 2019 Kompas.com/DioFord Mustang 1967 bergaya Eleanor seperti di film Gone in 60 Second milik Sean Gelael di ajang IMX 2019

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, memodifikasi mobil adalah sebuah penyaluran minat dan hobi. Tak terkecuali para penggemar mobil klasik yang terus eksis di tengah masuknya beragam aliran dalam mempercantik kendaraan.

Untuk yang sedang merestorasi mobil kesayangan, ada beberapa hal utama yang harus dipastikan sebelum memulai aktifitas tersebut.

Iman Kusumo Owner Gearhead Monkey Garage (GMG), bengkel modifikasi ternama di bilangan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, mengatakan, dalam membangun mobil klasik yang harus diperhatikan ada tiga landasan.

Baca juga: Peran Kunci Modifikasi dalam Kemajuan Industri Otomotif

Menperin Airlangga Hartarto IMX 2019KOMPAS.com/Gilang Menperin Airlangga Hartarto IMX 2019

“Mulai dari bodi, mesin, dan surat-surat. Tiga landasan itu yang membuat kami berani untuk melanjutkan restorasi. Kalau salah satu dari tiga hal itu enggak ada, pikir-pikir lagi deh,” ujarnya saat ditemui Kompas.com di ajang IMX 2019 (29/9/2019).

Menurutnya, hal ini berlaku bagi semua pecinta mobil klasik. Baik itu pemula atau senior, peminat mobil Jepang atau Amerika, sebelum melakukan restorasi atau modifikasi, pilihlah mobil yang punya landasan baik.

Dari ketiga hal tersebut, rupanya mesin jadi hal yang paling mudah dikerjakan. Sebab Iman mengatakan, komponen mesin umumnya masih tersedia atau bisa subtitusi dengan komponen mobil lain.

Baca juga: Dijual Mulai Rp 40 Jutaan, Body Kit Asal Bandung Tembus AS dan Kanada

Telkomsel IIMS 2019 juga dimeriahkan pameran mobil-mobil klasik.KOMPAS.com/Gilang Telkomsel IIMS 2019 juga dimeriahkan pameran mobil-mobil klasik.

Untuk surat-surat, seorang modifikator harus memperhatikan keabsahannya. Mobil klasik dengan pajak yang hidup punya nilai lebih dibanding mobil dengan surat-surat ‘bodong’.

“Yang agak susah itu bodi, karena kalau strukturnya sudah hancur lebih meyulitkan. Jadi buat saya, pertama cari yang termurah tapi landasannya paling bagus,” kata Iman.

Ia menambahkan, umumnya yang dikejar dalam modifikasi adalah kepuasan. Memodifikasi atau merestorasi mobil harus sesuai dengan panggilan hati masing-masing, sebab biaya yang dikeluarkan tidak main-main.

“Nah kepuasan tiap orang kan beda-beda, yang pasti mobil modifikasi pasti enggak mungkin dipakai setiap hari, pasti akan disimpan, dipajang, dan jadi kebanggaan,” ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X