Kompas.com - 20/09/2019, 17:44 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta menyatakan terdapat dua rute di sekitaran Monas yang akan dijadikan lintasan balap Formula E di Jakarta pada 6 Juni 2020 mendatang.

Sebagaimana dikatakan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo beberapa waktu lalu, rutenya dimulai dari Silang Monas Tenggara - MI Ridwan Rais- Tugu Tani - MI Ridwan Rais - Merdeka Selatan - Wisma Antara - Kedubes AS- Silang Monas Tenggara.

Lalu, alternatif lainnya lewat belakang Gambir - Ridwan Rais - Merdeka Selatan - Bundaran Patung Kuda - Silang Monas Selatan. Namun sampai saat ini, pihak Federasi Otomotif Internasional (FIA) selaku promotor belum menetapkannya.

Baca juga: Fakta Menarik Tentang Formula E, Balapan yang Akan Digelar di Jakarta

Demo Formula E di Las Vegas pada awal minggu bulan inihttp://www.fiaformulae.com/ Demo Formula E di Las Vegas pada awal minggu bulan ini

"Belum diputuskan, tim teknis sedang melihat rute-rute mana yang memungkinkan. Kalau tak salah, mereka hanya memerlukan 3 kilometer dan bukan membuat trek baru melainkan jalan yang sudah ada," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Terkait hal tersebut, Pengamat Transportasi Darmaningtyas menyatakan bahwa, memang sebaiknya penyelenggaraan Formula E berada di kawasan yang sering dijadikan tempat kegiatan. Supaya dampak negatif peralihan lalu lintas tidak terlalu besar.

"Penyelenggaraan Formula E memang sangat baik, tapi harus diperhatikan arus lalu lintasnya juga nanti seperti apa. Sebab, ini kan membutuhkan waktu yang lama (blokir jalannya)," ujar Darmaningtyas saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Baca juga: Usulan Ruas Jalan Jakarta yang Cocok Jadi Sirkuit Formula E

Pebalap berlomba melewati tikungan dalam Formula E Racing Championship di Brooklyn, New York City, 13 Juli 2019.AFP/GETTY IMAGES/David Dee Delgado Pebalap berlomba melewati tikungan dalam Formula E Racing Championship di Brooklyn, New York City, 13 Juli 2019.

"Menurut saya, sebaiknya memang di kawasan atau area yang biasa ada pengalihan jalan, seperti sekitar Monas atau Thamrin-Sudirman," katanya lagi.

Hal ini penting karena masyarakat sebelumnya sudah pernah merasakan akibat dari peralihan jalan tersebut. Jadi, penindakannya pun telah biasa.

"Perlu juga dilihat transportasi penunjangnya seperti apa, banyak hal. Tapi ini kan belum final, kita lihat lagi kelanjutannya seperti apa," kata Darmaningtyas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.