Fakta Menarik Tentang Formula E, Balapan yang Akan Digelar di Jakarta

Kompas.com - 20/09/2019, 12:22 WIB
Pebalap Tim Virgin Racing yang dibayangi Robin Frijns berkompetisi di New York E-Prix Formula E Musim 5 pada 13 Juli 2019 di New York, AS. Raksasa cybersecurity Kaspersky menjadi sponsor resmi tim Envision Virgin Racing untuk tahun kedua berturut-turut. AFP/Getty Images for Kaspersky/Mike StobePebalap Tim Virgin Racing yang dibayangi Robin Frijns berkompetisi di New York E-Prix Formula E Musim 5 pada 13 Juli 2019 di New York, AS. Raksasa cybersecurity Kaspersky menjadi sponsor resmi tim Envision Virgin Racing untuk tahun kedua berturut-turut.

JAKARTA, KOMPAS.com - DKI Jakarta bakal menjadi salah satu tuan rumah balapan Formula E pada 2020. Kepastian ini akan diumumkan secara resmi pada Jumat (20/9/2019) sore.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama dengan promotor Formula E akan mengumumkan segala detail mengenai penyelenggaraan ajang balap mobil listrik terbesar di dunia tersebut. Termasuk dengan kemungkinan jadwal pelaksanaannya.

Sebab, jadwal Formula E musim 2019/2020 telah ditetapkan dan tinggal menyisakan satu slot untuk 14 Desember 2020. Di mana, perhelatan dimulai dari Arab Saudi pada 22 November 2019.

Baca juga: Anies Pastikan Jakarta Jadi Tuan Rumah Balapan Formula E

London akan menjadi salaj satu kota tuan rumah seri balap Formula E musim 2019-2020.Source: www.fiaformulae.com London akan menjadi salaj satu kota tuan rumah seri balap Formula E musim 2019-2020.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2014 lalu, ajang ini memang telah menjadi perhatian pecinta balap, khususnya yang penasaran dengan mobil listrik. Federasi Otomotif Internasional (FIA) menyebut, Formula E adalah dunia balap mobil masa depan setelah Formula 1.

Pada dasarnya, ada beberapa perbedaan dan menjadi daya tarik Formula E. Melansir situs resminya, berikut hal-hal menarik di ajang balap mobil ramah lingkungan ini.

Pertama, jet darat yang digunakan pada ajang Formula E ialah mobil listrik. Jadi bakal lebih sunyi dan ramah lingkungan dibanding motosport lainnya, seperti Formula 1. Sehingga memungkinkan untuk diselenggarakan di sirkut jalan raya tiap ibu kota negara.

2016/2017 FIA Formula E Championship in Monte-Carlo, Monaco, Saturday (13/5/2017). Sebastien Buemi (SUI), Renault e.Dams, Spark-Renault, Renault Z.E 16. 
Sam Bloxham/LAT/Formula E 2016/2017 FIA Formula E Championship in Monte-Carlo, Monaco, Saturday (13/5/2017). Sebastien Buemi (SUI), Renault e.Dams, Spark-Renault, Renault Z.E 16.

Baca juga: Usulan Ruas Jalan Jakarta yang Cocok Jadi Sirkuit Formula E

Kendati demikian, kecepatan mobil tak kalah kencang. Kecepatan puncak rata-ratanya bisa mencapai 225 kilometer per jam. Lalu, balapan hanya berlangsung hingga 45 menit saja.

Terkait desain mobil, memang sekilas sangat mirip dengan kendaraan di Formula 1. Tetapi untuk bagian depan mobil Formula E lebih lebar sehingga mampu mendapatkan asupan angin serta aerodinamis yang besar.

Selama balapan berlangsung, pebalap hanya boleh memasuki area pit stop satu kali saja untuk mengganti mobil ketika baterai sudah habis. Mobil pengganti juga hanya tersedia satu unit dengan ketentuan tidak boleh diisi atau mengganti baterainya kembali, begitu juga terkait pergantian ban atau komponen lainnya.

Jadi, pebalap harus benar-benar memperhatikan efisiensi kendaraannya.

Pebalap bersaing dalam lomba Formula E Racing Championship di Brooklyn, New York City, 13 Juli 2019.AFP/GETTY IMAGES/David Dee Delgado Pebalap bersaing dalam lomba Formula E Racing Championship di Brooklyn, New York City, 13 Juli 2019.

Baca juga: Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E, Ini Aturan Balapannya

Selain itu, jumlah mekaniknya juga terbilang sedikit hanya sekitar dua orang untuk membantu pebalap pindah mobil. Sangat berbeda dengan Formula 1 yang bisa kapan saja masuk pit stop untuk mengganti berbagai komponen mobil dengan jumlah mekanik lebih dari 20 orang.

Seperti Formula 1, sistem poin Formula E juga mengadopsi perolehan poin yang sama. Namun karena Formula E lebih 'berevolusi', ada tambahan 3 poin bagi pebalap yang mampu mengamankan pole position dan poin tambahan lagi bagi pebalap tercepat yang masuk dalam 10 besar saat sesi kualifikasi.

Kemudian, tiga pebalap tereksis berdasarkan perolehan voting tertinggi dari FanBoost yang dikumpulkan sebelum balapan, akan mendapatkan tambahan tenaga yang setara lebih cepat 3,3 detik dibanding pebalap lain.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X