Nissan Siapkan Note e-Power Meluncur Tahun Depan

Kompas.com - 10/09/2019, 07:42 WIB
Nissan Leaf dan Note e-Power di Karawang, Jawa Barat StanlyNissan Leaf dan Note e-Power di Karawang, Jawa Barat
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain Leaf, ternyata PT Nissan Mobil Indonesia (NMI) juga akan meluncurkan Note e-Power di Indonesia.

Mobil berpenggerak motor listrik dengan mesin bensin 1.200 cc itu sama-sama akan hadir pada 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Direktur PT NMI Isao Sekiguchi. Menurut dia, baik Leaf atau Note e-Power dipastikan meluncur tahun depan, namun mengenai kepastian waktu, masih belum ditentukan.

"Keduanya akan datang secara bersamaan dan kami sampai saat ini masih mempelajari lebih tepatnya kapan kedua produk ini akan masuk Indonesia pada 2020 mendatang," kata Sekiguchi kepada wartawan dalam sesi media test drive di Karawang Timur, Senin (9/9/2019).

Baca juga: 4 Keunggulan Mobil Listrik Nissan Leaf

Nissan Note e-Power versi pasar Jepang yang diuji coba di Indonesia, Senin (23/10/2017).Febri Ardani/KompasOtomotif Nissan Note e-Power versi pasar Jepang yang diuji coba di Indonesia, Senin (23/10/2017).

Ketika ditanya soal respon dari konsumen, Sekiguchi menjelaskan dari survei yang dilakukan sudah banyak masyarakat yang menyatakan tertarik dengan Leaf. Bahkan sampai ada yang sudah menanyakan soal banderolnya.

Untuk harga, dia menjelaskan belum bisa memberikan informasi lebih lanjut. Hal ini lantaran Nissan akan melihat lebih dulu perhitungan rangkaian dari instrumen insentif yang bakal diberikan oleh pemerintah.

"Pembentukan harga baru bisa kami tentukan dengan berbagai insentif dari pemerintah. Kalau di Jepang harga saat ini berkisar Rp 350 jutaan, karena dari pemerintah memberikan insentif sebesar 5.000 dollar AS, bahkan bisa sampai 7.000 dollar karena di beberapa daerah seperti Tokyo, mendapat insentif tambahan 2.000 dollar," ujar Sekiguchi.

Baca juga: Bila Dijual, Nissan Leaf Masih Berstatus Impor

Nissan Note e-Power versi pasar Jepang yang diuji coba di Indonesia, Senin (23/10/2017).Febri Ardani/KompasOtomotif Nissan Note e-Power versi pasar Jepang yang diuji coba di Indonesia, Senin (23/10/2017).

Lebih lanjut dia menjelaskan, mobil listrik yang dijual tanpa adanya insentif akan sulit untuk dijangkau.

Kondisi ini otomatis akan membuat populasinya sedikit, karena hanya orang tertentu yang bisa membelinya.

"Salah satu faktor yang membuat harga mobil listrik mahal adalah paket baterainya, maka dari itu harga mobil akan turun seiring dengan penurunan harga baterai, maka soal harga kami akan umumkan sepenuhnya jika kami siap," ucap Sekiguchi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X