Pergub Diteken, Perluasan Ganjil Genap Efektif Berlaku Hari Ini

Kompas.com - 09/09/2019, 06:12 WIB
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf dan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan hasil evaluasi uji coba perluasan ganjil genap di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019). KOMPAS.COM/NUR SITA SARIDirektur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf dan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan hasil evaluasi uji coba perluasan ganjil genap di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019).
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah melewati sosialisasi serta uji coba, implementasi penuh dari perluasan ganjil genap, akhirnya resmi berlaku mulai hari ini, Senin (9/9/2019).

Hal ini menyusul dari ditekennya Peraturan Gubernur ( Pergub) Nomor 88 Tahun 2019 mengenai Perubahan Atas Peraturan Nomor 155 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, mengatakan, mulai Senin (9/9/2019) pihaknya bersama kepolisian akan berkonsentrasi pada penyelanggaraan perluasan ganjil genap, terutama pada pengendara yang masih melanggar.

Baca juga: Ingat, Melanggar Ganjil Genap Besok Langsung Kena Tilang

"Dari draf terakhir sudah tidak ada perubahan atau revisi lagi, semua sudah fix dan ditandatangani gubernur. Besok perluasan ganjil genap secara penuh berlaku, artinya bila masih ada pelanggaran akan langsung dikenakan sanksi," kata Syafrin saat dihubungi Kompas.com, Minggu (8/9/2019).

Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.

Menurut Syafrin, perubahan terakhir hanya soal pembebasan ganjil genap di salah satu area yang berada di Salemba Raya.

Bila pada sebelumnya seluruh segmen area terkena ganjil genap, makan pada sisi timur tepatnya di Jalan Diponogoro hingga sampang Matraman di bebaskan.

Kondisi tersebut dilakukan untuk mengkomodir masyarakat pengguna mobil pribadi, khususnya yang keluar dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo atau RSCM. Karena mobil pribadi yang dari RSCM secara otomatis akan melintasi Jalan Salemba Raya karena pintu keluar hanya melalui Jalan Diponogoro.

Baca juga: Ada Revisi Area Perluasan Ganjil Genap di Salemba

Sosialisasi Perluasan Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta UtaraJIMMY RAMADHAN AZHARI Sosialisasi Perluasan Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara

"Ruas tetap 25 tidak berubah, hanya yang direvisi waktu itu saja untuk segmen Salemba Raya sisi timur, selebihnya tetap," kata Syafrin.

Saat ditanya soal denda bagi para pelanggar, Syafrin menjelaskan bila hal itu nantinya akan ditangani pihak kepolisian.

"Sanksinya akan dikenakan administrasi dengan besaran maksimal Rp 500.000 sesuai Undang Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009. Begitu ada mobil yang pelat nomornya melanggar masuk zona perluasan ganjil genap, otomotis akan kena sanksi," ujar Syafrin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X