Ini yang Harus Dilakukan Pemilik Mobil Murah Jika Pakai BBM Premium

Kompas.com - 20/08/2019, 11:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Secara aturan, mobil murah atau low cost green car (LCGC) disarankan untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan minimal 92. Tujuan utama, agar performa mesin menjadi lebih optimal dan tidak mengalami masalah dalam jangka waktu panjang.

Perlu diketahui, bahwa mobil murah yang masih mengkonsumsi BBM beroktan rendah seperti Premium 88, dan Pertalite 90 akan mengalami masalah pada sistem pembakaran mesin.

Baca juga: Ingat, Mobil Murah Dilarang Konsumsi BBM Premium dan Pertalite

Sapta Agung Nugraha, Service Head Auto2000 cabang Bekasi Barat mengatakan, pembakaran pada mesin menjadi kurang maksimal, dan jangka panjangnya bisa timbul kerak karbon yang lebih banyak, sehingga yang dirasakan mesin menjadi ngelitik (knocking) dan boros BBM.

Namun, tidak bisa dipungkiri juga bahwa pada praktiknya masih banyak pemilik mobil murah yang tetap mengkonsumsi BBM Premium dan Pertalite. Alasan klasiknya, karena harga BBM jenis itu lebih murah ketimbang Pertamax dan sejenisnya.

Lantas, bagi yang masih nekat menggunakan BBM Premium dan Pertalite, menurut Totok Trilaksono, Kepala Bengkel Auto2000 Rajabasa, harus rajin melakukan perawatan berkala.

Baca juga: Ketahui Dampak Buruk Mobil Murah Pakai BBM Premium dan Pertalite

"Tujuannya, agar bisa tetap menjaga performa kendaraannya mereka. Pasalnya BBM tersebut punya efek yang kurang bagus buat mesin mobil," ucap Totok beberapa waktu lalu di Bandar Lampung.

Suasana di bengkel Auto2000 di Depok pada Kamis (21/12/2017). Jelang libur akhir tahun, banyak pemilik mobil yang mengecek kendaraannya ke bengkel untuk persiapan digunakan ke luar kota.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Suasana di bengkel Auto2000 di Depok pada Kamis (21/12/2017). Jelang libur akhir tahun, banyak pemilik mobil yang mengecek kendaraannya ke bengkel untuk persiapan digunakan ke luar kota.

Totok menjelaskan, pertama yang harus dilakukan, yaitu perawatan berkala secara rutin, di mana tidak menunda-nundanya. Ini untuk mencegah munculnya gejala-gejala negatif yang bakal dirasakan.

“Merutinkan service berkala, bisa menjadi tindakan preventif atau pencegahan. Kita juga bisa melihat history kendaraannya sendiri,” kata dia.

Selanjutnya, disarankan untuk menggunakan suku cadang asli buat memastikan kualitas komponennya. Terakhir, anjuran yang perlu diperhatikan, yaitu mengganti BBM dengan jenis Pertamax.

Baca juga: Yamaha Imbau Konsumen Tidak Pakai BBM Premium dan Pertalite

Pasalnya, meski harga Premium lebih murah, tapi jika mobil sudah rusak maka biaya yang dikeluarkan akan merogoh kocek dalam.

"Buat yang ketiga sebenarnya sudah menjadi hal yang harus dilakukan, bukan tips lagi," ujar Totok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.