Pengemudi Pengalaman Lebih Sering Terlibat Kecelakaan Fatal

Kompas.com - 03/07/2019, 14:23 WIB
Mobil Grand Livina ringsek akibat terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Matraman Raya, Jumat (28/6/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DMobil Grand Livina ringsek akibat terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Matraman Raya, Jumat (28/6/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Volume kecelakaan mobil paling banyak disumbang oleh para pengemudi pemula, namun untuk kasus kecelakaan fatal atau berat justru didominasi oleh pengemudi berpengalaman.

Seperti disebutkan oleh Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, yang mengatakan, kecelakaan fatal tidak terjadi pada pengemudi pemula yang baru bisa bawa mobil.

Baca juga:Tiga Jurus Jitu Aplikasi Modifikasi Gaya Rally Look

"Mayoritas kecelakaan fatal terjadi pada pengemudi berpengalaman. Mengapa demikian, karena itulah manusia, mereka yang berpengalaman terlalu percaya diri, mudah menyepelekan aturan, mengemudi lebih cepat, dan melakukan pelanggaran lalu lintas," kata Jusri kepada Kompas.com, Rabu (3/7/2019).

Warga berada di sekitar mobil yang mengalami kecelakaan di Kawasan Bukit Lantak Nagari Tabek, Kabupaten Dharmasraya, Rabu (26/6). ANTARASUMBAR/Ilka Jensen Warga berada di sekitar mobil yang mengalami kecelakaan di Kawasan Bukit Lantak Nagari Tabek, Kabupaten Dharmasraya, Rabu (26/6).

Menurut UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkatan Jalan (LLAJ) maka yang dimaksud kecelakaan fatal dan berat, ialah kondisi yang mengakibatkan korban meninggal atau dirawat dalam jangka waktu 30 hari sejak terjadinya insiden.

Baca juga: Sopir Berharap Proyek di Tol Cikampek Segera Rampung

Sementara itu lanjut Jusri, kecelakaan yang kerap terjadi pada pengemudi pemula pada dasarnya hanya insiden kecil. Catatan Jusri, ada dua kesalahan yang paling banyak dilakukan pengemudi pemula.

"Berdasarkan data statistik dari perusahaan asuransi di Australia, AS dan juga Eropa, jenis kecelakaan yang paling banyak terjadi pada pengemudi pemula yaitu menyerempet saat mundur dan belok," kata Jusri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X