Sopir Berharap Proyek di Tol Cikampek Segera Rampung

Kompas.com - 03/07/2019, 10:02 WIB
Petugas mengatur lalu lintas kendaraan di ruas jalan tol Cikampek Utama KM 70, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). PT Jasa Marga (Persereo) Tbk memberlakukan sistem satu arah (one way) sejak pukul 14:05 WIB untuk kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta yang dimulai dari gerbang tol Kalikangkung KM 414 hingga gerbang tol Cikampek Utama KM 70 yang rencananya akan diberlakukan hingga Minggu (9/6/2019). ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZARPetugas mengatur lalu lintas kendaraan di ruas jalan tol Cikampek Utama KM 70, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). PT Jasa Marga (Persereo) Tbk memberlakukan sistem satu arah (one way) sejak pukul 14:05 WIB untuk kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta yang dimulai dari gerbang tol Kalikangkung KM 414 hingga gerbang tol Cikampek Utama KM 70 yang rencananya akan diberlakukan hingga Minggu (9/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan beragam proyek infrastruktur di ruas tol Jakarta Cikampek membuat kepadatan terjadi di jalur tersebut hampir setiap saat. Baru-baru ini PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengumumkan akan melakukan pengerjaan pemeliharaan konstruksi rigid yang berlangsung di KM 24 dan KM 31 hingga 5 Juli mendatang.

Djarkasih Damanik, seorang pengemudi truk dan juga Ketua Umum Perkumpulan Pengemudi Jakarta Raya (PPJR) menceritakan pembangunan beragam proyek ini mempengaruhi penghasilan pengemudi yang kerap melewati tol Cikampek. Kemacetan yang dilalui setiap hari juga mempengaruhi pekerjaan mereka.

“Kepadatan di tol Cikampek signifikan buat pengeluaran pengemudi. Juga merembet ke bahan bakar yang terbuang sia-sia,” ucap Djarkasih kepada Kompas.com, Selasa (2/7/2019).

Djarkasih berharap pembangunan di tol Cikampek dapat segera diselesaikan untuk kelancaran arus logistik yang melalui tol tersebut setiap hari. Di sisi lain, kendaraan bersar kerap mendapat perlakuan berbeda dengan kendaraan lain yang melalui jalan tol.

Curhat Pengusaha Truk soal Kemacetan Tol Cikampek

ilustrasi sopiriStockphoto/forrest9 ilustrasi sopir

“Aturan seperti tebang pilih terkait jam operasional kendaraan besar yang melintas di tol. Harapannya tidak dipersempit ruang gerak mobil berbadan besar ini, tujuannya sama ingin cepat sampai tujuan juga padahal,” ucap Djarkasih.

Rudi, pengemudi salah satu penyedia jasa travel mengungkapkan, tol Jakarta Cikampek selalu dilaluinya setiap hari jika ingin ke Bandung. Kemacetan yang dialaminya selama di jalan membuatnya bertanya-tanya definisi terkait jalan tol selama ini.

“Jalan tol kita masuk berbayar untuk cepat sampai ke tujuan, ada harga yang dibayar, tapi ternyata tetap kena macet juga. Bukan anti dengan pembangunan tapi baiknya semua proyek tersebut dipercepat,” ucap Rudi.

Rudi menceritakan teman-teman sesama sopir kerap memutuskan melewati jalur biasa untuk menghindari pembangunan di tol Cikampek. Sayangnya jalur alternatif tersebut juga mengalami kemacetan dampak dari luas jalan yang tidak seberapa dan kepadatan kendaraan.

Namun baik Rudi dan Djarkasih menilai pembangunan jalan tol memang menimbulkan hasil positif. Bagi yang bergerak ke arah Bandung, atau ke timur arah Semarang hingga Surabaya, perjalanan menjadi lebih cepat meski ada biaya lebih yang harus dikeluarkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X