Dosa Membonceng Anak Kecil dengan Sepeda Motor

Kompas.com - 24/06/2019, 09:42 WIB
Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik. ANTARA FOTO/RAHMADKendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena membawa anak kecil ketika mengendarai sepeda motor saat ini makin banyak saja ditemui. Bahkan sebagian orang tua sudah menggangap bila hal tersebut sesuatu yang biasa atau wajar untuk dilakukan, walaupun mereka sudah tau akan risiko yang dihadapi.

Mirisnya lagi, para orang tua seakan mengabaikan sisi keselamatan bagi anak ketika berkendara. Contoh paling sederhana yang kerap ditemui sehari-hari seperti membonceng anak di posisi depan, berdiri, membiarkan anak memutar grip gas atau mengendalikan motor saat berkendara, serta menempuh jarak jauh seperti saat musim mudik kemarin.

Menyikapi kondisi ini, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, sangat menyayangkan hal-hal tersebut. Menurut Jusri, masalah ini memang sudah menjadi sebuah cerita klasik yang semakin lama dibiarkan dan kini telah menjadi kebiasaan.

Baca juga: Bahaya, Jangan Bonceng Anak di Jok Depan Motor

"Agak sulit memang membicarakan karena hal ini sedari awal sudah terlanjut dibiarkan. Sebagian masyarakat, dalam hal ini tentunya orang tua, mungkin sudah menjadi hal yang biasa dan mereka seakan menutup mata terhadap efek terburuknya, padahal yang mereka bawa adalah buah hatinya sendiri," ucap Jusri kepada Kompas.com, Minggu (23/6/2019).

Jusri menjelaskan, sebenarnya cukup banyak kecelakaan lalu lintas fatal dari roda dua yang melibatkan anak di bawah umur, bahkan balita saat sedang dibonceng. Sayangnya, jarang ada yang mengekspos insiden-insiden tersebut sehingga tak memberikan suatu perubahan pola pikir.

Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran.

Selain dari sisi fatalitas, dampak yang jarang dipedulikan oleh orang tua adalah dari segi kesehatan anak. Perlu diketahui dengan menempatkan anak pada posisi depan baik berdiri atau pun duduk sama saja menjadikan anak sebagai temeng dari angin atau sesuatu hal lainnya yang bisa saja terlempar saat berkendara, belum lagi ketika ada musibah.

"Menempatkan anak kecil di jok depan sangat tidak dibenarkan dalam aspek keselamatan berlalu lintas, baik untuk pengendara mobil atau motor. Dalam konteks kecelakaan, menempatkan anak kecil apalagi balita di depan adalah bentuk kelalaian yang tak bisa ditoleransi, untuk motor tentu akan ada dampak dari segi kesehatan karena anak terus tertimpa angin," ujar Jusri.

Baca juga: Ini Akibat Fatal Bonceng Anak di Jok Depan Motor

Upaya Semua Pihak

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X