Tips Bila Rem Skutik Tiba-tiba "Blong"

Kompas.com - 12/06/2019, 08:02 WIB
Ilustrasi motor matikOtomania/Setyo Adi Ilustrasi motor matik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada dasarnya sepeda motor memiliki tiga rem, yaitu rem depan dan belakang, serta pengereman mesin alias engine brake. Meski begitu, untuk motor dengan transmisi otomatis, efek engine brake tidak sebesar seperti motor bertransmisi manual.

Masalah yang kemudian bisa terjadi adalah bagaimana jika skutik mengalami rem blong. Bagaimana cara menurunkan kecepatan motor dalam kondisi darurat meski tanpa engine brake.

Baca juga: Begini Posisi Transmisi Matik yang Benar saat Mobil Berhenti

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, main dealer motor Honda Jakarta-Tangerang menjelaskan, rem blong pada sepeda motor adalah momok bagi pengendara. Sebelum jalan, pengemudi wajib memeriksa kondisi motornya dengan seksama.

"Sebaiknya sebelum mulai berkendara haruslah membiasakan diri untuk selalu mengecek sepeda motor, di antaranya yaitu rem depan dan belakang, agar kendaraan yang kita gunakan menjadi lebih aman saat di kendarai," kata Agus kepada Kompas.com, Selasa (11/6/2019).

Meski begitu apapun bisa terjadi, Agus menjelaskan jika dalam situasi tersebut yaitu menggunakan motor matik dan ternyata mengalami rem blong maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperkecil risiko, yaitu:

1. Jangan panik, jika kita panik maka kita tidak akan bisa berfikir secara baik dan keputusan yang diambil justru bisa membahayakan diri kita sendiri.

2. Tutup gas dan berjalanlah kearah tanjakan, cari jalan menanjak agar sepeda motor dapat melaju lebih pelan dan berhenti dengan sendirinya.

3. Jika situasi tidak terkendali, maka usahakan untuk membunyikan klakson dan hindari tabrakan namun jika harus terpaksa menabrak, carilah tempat yg tidak terlalu membahayakan seperti dirumput atau pasir.

Berkendara motor matikStanly/Otomania Berkendara motor matik

Baca juga: Tips buat Sopir Pemula yang Bawa Mobil Transmisi Matik

Setyo Suryako, Trainer Yamaha Riding Academy (YRI), menambahkan, melakukan pengecekan kendaraan sebelum berpergian mencegah kejadian yang tidak diinginkan, seperti mengalami masalah rem blong.

"Menurut pengalaman dan aktifitas riding yang saya jalani sampai saat ini untuk rem depan dan rem belakang sepeda motor saat blong tidak terjadi pada saat bersamaan. Jadi untuk sepeda motor masih dapat dikontrol pengeremannya," kata Setyo.

Jika rem depan dan belakang blong pada saat bersamaan maka kemungkinan ada masalah dengan sistem pengereman. "Sehingga safety riding bukan pencegahan yang tepat, melainkan dengan melakukan pengecekan sepeda motor," kata Setyo.




Close Ads X